TOP 1 Indonesia  
   
 
 
Berita Terbaru
Artikel Otomotif


  
Awas, Bila Mesin Ngelitik dan Berisik! (Bagian 1)

Salah satu penyakit atau problem mesin yang menyebalkan adalah ngelitik. Bahasa kerennya, knocking, detonasi (pinging). Gejala ngelitik sering terjadi saat pedal gas ditekan atau mobil digeber. Misalnya, ketika berakselerasi atau menambah tenaga dan kecepatan saat menanjak. Pada kondisi seperti ini, dari mesin muncul suara gemerincing, seperti logam beradu.
Meski begitu, tidak semua pengemudi bisa mendengar dan mendeteksi suara ngelitik itu dengan baik. Apalagi kalau mesin kondisinya memang sudah berisik. Namun yang pasti, dibandingkan dengan kondisi normal, suara mesin lebih berisik dan bergetar lebih keras. Di samping itu, akselersi tidak kurang responsif.

Sebenarnya, ada dua jenis suara yang sering membingungkan dan dikelirukan sebagai gejala ngelitik. Pertama ngelitik karena pembakaran tidak normal. Kedua, komponen mesin yang rusak atau setelannya tidak tepat. Misalnya bantalan (bearing) setang piston pada kruk as (crankshaft) oblak dan klep.

Bagaimana Detonasi Terjadi?

Detonasi atau suara berisik atau ngelitik adalah akibat dari pembakaran yang terjadi secara sporadis atau tidak terkendali.

Pada mesin 4-langkah, piston yang bergerak naik turun, salah satu tugasnya adalah mengompres atau memampatkan campuran udara dan bahan bakar. Setelah itu baru dibakar dengan memercikan bunga api melalui busi.

Saat busi dipicu, disebut juga waktu pengapian. Pengapian terjadi beberapa saat sebelum piston mencapai titik mati atas (TMA) pada langkah kompresi. Nah, pada mesin yang menggelitik, pembakaran, justru terjadi lebih awal atau sebelum busi mencetuskan bunga api. Kondisi ini sangat berbahaya dan akan merusak mesin.

Kok bisa? Kompresi menyebabkan suhu campuran naik atau tinggi. Malah bisa mencapai titik bakar bensin. Akibatnya, terjadi yang disebut pembakaran dini (pre-ignition). Juga ada yang menyebut auto-ignition dan self-ignition (pembakaran sendiri).
Pembakaran seperti tidak dimulai dari busi, tetapi dari satu titik (paling panas) dengan penyebaran tidak merata. Akibatnya, proses pembakaran terjadi secara spontan dan menimbulkan suara keras. Karena tidak merata dan meledak, maka disebut ngelitik atau detonasi alias knocking atau pinging. Suara mesin jadi lebih keras. Begitu juga getarannya.

Ledakan keras itu, memaksa piston kembali ke titik mati bawah (TMA) atau menahan gerakannya menuju ke TMA untuk melanjutkan proses kerja. Kalau ledakannya keras, bagian atas piston bolong. Malah bisa merusak blok silinder (efek tamparan) karena arah gerakan piston jadi tidak karuan.

Belum cukup, saat ledakan berlangsung, busi memercikan api dan membuat pembakaran baru. Ledakan baru terjadi. Kedua ledakan akan beradu di dalam ruang bakar dan menimbulkan suara berisik dan getaran besar. Akibat lainnya, mesin kehilangan tenaga , tarikan payah. Kalau keterusan, tunggu waktu, mesin dipastikan rontok.

Sumber: http://ads2.kompas.com/layer/top1/other/tips/index.php/read/article/11

Bookmark and Share
 
 
Copyright PT. TOPINDO ATLAS ASIA 2009. All Rights Reserved | Powered by Teledata-Vintedge