Sabtu, 16 November 2019

Tips Memilih Oli Buat Mobil Kesayangan

Oli adalah salah satu hal yang penting untuk menunjang kinerja mesin mobil Anda. Oli bertugas sebagai pelumas supaya komponen mesin tidak mengalami gesekan yang berlebih. Selain itu, oli juga dapat mengurangi panas mesin.

Nah, demi kinerja mesin mobil yang maksimal, tentu Anda nggak bisa sembarangan memilih oli. Anda harus cermat dalam memilih oli. Bagaimana, sih, tips memilih oli buat mobil kesayangan? Yuk, simak!

Spesifikasi Mesin Mobil

Sebelum memilih oli, sebaiknya Anda membaca buku panduan mobil kesayangan. Langkah ini penting untuk mengetahui spesifikasi mesin mobil.

Biasanya, buku panduan memuat spesifikasi mesin dan jenis oli yang tepat. Sebelum memikirkan merk, hal yang paling utama adalah memilih oli yang sesuai dengan mesin mobil.

 

Baca Juga : Ganti Oli Mobil Anda Dengan Pelumas Full Sintetik Terbaik

 

Pahami Kode Oli

Hampir sama ketika kita ingin memilih ban mobil, pemilihan oli juga harus disertai dengan pemahaman tentang kode-kode tertentu.

Kode umum yang bakal Anda temui dalam kemasan oli adalah kode SAE atau Society of Automotive Engineers. Kode ini dapat menjelaskan kekentalan oli dan kemampuan oli dalam menjaga stabilitas kekentalan terhadap pengaruh suhu mesin.

Misalnya, sebuah oli memiliki kode SAE 5W-20. Kode tersebut menjelaskan bahwa dalam suhu rendah (dingin), tingkat kekentalan oli berada pada angka lima. Suhu rendah dituliskan lewat huruf W yang berarti Winter.

Semakin rendah angka dalam kode oli dapat menjelaskan keenceran oli. Semakin encer, oli semakin sukar untuk mengeras dalam suhu rendah.

Maka dari itu, oli yang encer cocok untuk digunakan dalam mobil-mobil di daerah suhu dingin. Sementara itu, dalam suhu tinggi (panas), tingkat kekentalan oli berada pada angka dua puluh.

Biasanya tingkat kekentalan juga disesuaikan dengan suhu lingkungan sekitar. Misalnya, di Indonesia, mobil kita menggunakan oli berkode SAE 5W-40.

 

Baca Juga : 9 Kelebihan TOP 1 HP Sport, Oli Toyota Agya Terbaik

 

Selain kode SAE, ada juga kode API atau American Petroleum Institute. Kode API bisa menjelaskan kegunaan/kesesuaian oli.

Mesin berbahan bakar bensin mempunyai kode API "S" sementara mesin berbahan bakar diesel memiliki kode API "C". Berikut ini adalah klasifikasi API untuk mesin bensin:

SA: Minyak murni tanpa bahan tambahan.

SB: Digunakan untuk mesin yang beroperasi ringan yang sedikit antioksidan.

SC: Oli yang mengandung detergen, dispersant, antioksidan.

SD: Digunakan untuk mesin yang beroperasi dengan temperatur tinggi, mengandung resisting agent, antioksidan, dan lain-lain.

SE: Digunakan untuk mesin yang beroperasi sedang, mengandung resisting agent dan antioksidan yang lebih banyak.

SF: Tingkat aliran tinggi dengan pemakaian daya tahan (resistance) yang tinggi.

Biasanya, huruf kedua dari abjad di atas menggambarkan tingkatan. Huruf "A" dalam "SA" menunjukkan kesesuaian oli untuk digunakan pada mesin yang bekerja lebih ringan. Sementara itu, semakin ke bawah, huruf kedua seperti "B", "C", "D", "E",  dan "F"  menggambarkan kesesuaian oli untuk digunakan pada mesin yang bekerja lebih berat.

Lalu, berikut ini adalah klasifikasi API untuk mesin diesel:

CA: Digunakan untuk mesin diesel yang beroperasi dengan ringan.

CB: Digunakan untuk mesin diesel yang beroperasi dengan sedang.

CC: Digunakan untuk mesin diesel yang menggunakan turbocharger dengan operasi temperatur sedang.

CD: Digunakan untuk mesin diesel yang menggunakan turbocharger dengan kandungan sulfur sedikit.

 

Baca Juga : Pengertian, Fungsi, dan Cara Tune Up Mobil Dengan TOP 1 Evo Engine Tune Up

 

Pahami Jenis Oli

Oli terbagi menjadi tiga jenis, yakni oli mineral, semi sintesis, dan sintesis. Oli mineral adalah oli yang berbahan baku minyak bumi. Sementara itu, oli sintesis adalah oli dari olahan minyak bumi dan campuran unsur-unsur kimia lainnya.

Dalam oli ini, kandungan-kandungan yang tidak diperlukan dalam oli mineral dapat dihapuskan. Lebih lanjut lagi, terdapat juga oli semi sintesis yang merupakan campuran dari oli mineral dan oli sintesis.

Oli sintesis memiliki banyak kelebihan, yaitu kadar penguapan yang lebih rendah karena kestabilannya pada suhu tinggi. Kemudian, oli sintesis lebih tahan terhadap gesekan. Ketiga, lebih ekonomis sebab tahan oksidasi. Keempat, oli sintesis dapat menjaga kebersihan karena mengandung detergen.

Nah, bukan berarti oli sintesis tidak mempunyai kelemahan, lho. Oli ini tidak cocok digunakan pada mesin teknologi lama.

Oli sintesis mempunyai angka indeks SAE yang rendah sehingga sangat encer. Pada mesin teknologi lama, Anda dianjurkan memakai oli mineral.

Anda, di atas tadi adalah tips dalam memilih oli buat mobil kesayangan. Tentunya, Anda kepengin sang mobil berada dalam kondisi prima setiap saat. Oleh karena itu, jangan sepelekan peran oli, ya! Hindari oli palsu. Anda mau gonta-ganti merk oli? Boleh aja, asalkan oli tersebut mengandung tingkat kekentalan yang sama serta sesuai dengan mesin mobil Anda. Selain itu, jangan lupa periksa secara rutin kondisi oli mobil Anda, ya!

Rekomendasi untuk kamu:

Newsletters