Kamis, 3 Januari 2013

Penjualan motor bebek makin loyo!

Penjualan sepeda motor bebek (underbone) di Indonesia diperkirakan bakal anjlok pada tahun ini. Tren motor-motor yang praktis pengoperasiannya, kenaikan harga jual dan turunnya daya beli konsumen menjadi beberapa penyebabnya.

Padahal, dengan kenaikan upah minimum provinsi (UMP), daya beli masyarakat diprediksi bakal ikut terdongkrak. Namun hal itu masih belum terbukti.

Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) bidang Komersial, Sigit Kumala, memprediksi bahwa tahun ini penjualan akan kembali turun sekitar 15 persen atau hanya tinggal 6 jutaan unit saja. Hal itu didasarkan pada penjualan tahun 2012, yang diprediksi 7,15 juta unit, merosot 11 persen dibandingkan dengan pada tahun 2011, sebanyak 8,04 juta unit.

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, pangsa bebek terus menurun dari 60 persen menjadi tinggal 30 persen pada 2012.

"Kami masih menghitung, apakah penurunan bebek ini sudah maksimum atau belum. Diprediksi, tahun ini menyentuh dasar, tinggal 27 persen," kata Sigit.

Dominasi penjualan kini beralih ke skutik dengan komposisi 65 persen atau (2012), bertambah 2 - 3 persen lagi tahun ini. Untuk sport, naik 1 - 2 persen.

(kpl/bun)

Rekomendasi untuk kamu:

Newsletters