Rabu, 26 Februari 2014

Toyota bangun pabrik mesin kendaraan penumpang di Karawang

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) melakukan pemancangan tiang pertama (ground breaking) pembangunan pabrik mesin keduanya di Indonesia kemarin (25/2). Karawang Engine Plant (Pabrik Mesin Karawang) berlokasi di kawasan industri Karawang Jabar Industrial Estate (KJIE), Karawang Barat, Jawa Barat, memiliki kapasitas produksi 216.000 per tahun.

Pabrik dengan nilai investasi sebesar Rp 2,3 triliun dan ditahap awal akan menyerap lebih dari 600 tenaga kerja baru ini, dibangun berdekatan dengan fasilitas perakitan Toyota yang sudah ada sebelumnya, Karawang Plant I dan Plant II yang berada di Kawasan Industri Karawang International Industrial City (KIIC).

Acara pemancangan tiang pertama ini dihadiri oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia, M.S. Hidayat, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Mahendra Siregar, Minister of Japan Embassy in Indonesia, Ushio Shigeru, Managing Officer Toyota Motor Corporation dan Presiden Komisaris TMMIN & TAM (Toyota-Astra Motor), Hiroyuki Fukui.

"Pembangunan pabrik baru ini adalah wujud komitmen untuk terus-menerus memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui peningkatkan aktivitas produksi, pendalaman industri otomotif, ekspor, distribusi dan layanan pelanggan di Indonesia. Selain itu Toyota juga selalu mengembangkan produk-produk yang melebihi ekspektasi pelanggan seiring dengan semangat untuk berkontribusi secara signifikan dalam pengembangan industri otomotif Indonesia", ujar Masahiro Nonami, Presiden Direktur TMMIN.

Karawang Engine Plant ini didesain sebagai pabrik modern dan ramah lingkungan dengan efisiensi yang tinggi. Menggunakan konsep Through Line, pabrik ini menyatukan 3 proses dalam pembuatan mesin yaitu casting (pengecoran), machining, dan assembling (perakitan) di dalam satu gedung.

"Ini merupakan pabrik pertama Toyota di luar Jepang yang menggunakan konsep Through Line," kata Warih Andang Tjahjono, Vice President Director TMMIN.

Pada umumnya, tiga tahapan proses produksi mesin dilakukan pada 3 lokasi berbeda. Namun dengan konsep Through Line, ketiga proses tersebut dilakukan di bawah satu atap, sehingga mampu meningkatkan efisiensi terutama dari sisi logistik dibandingkan proses produksi mesin yang ada selama ini.

Untuk menunjang sebagai pabrik ramah lingkungan, Karawang Engine Plant juga menerapkan prinsip CBC (Clean, Bright, Comfort). Dengan konsep CBC, penggunaan lampu listrik akan diminimalisasi dengan mendisain gedung yang lebih banyak menyerap sinar matahari.

Bangunan pabrik juga dirancang sedemikian rupa agar aliran udara secara natural masuk lebih banyak sehingga mengurangi penggunaan pendingin ruangan atau kipas udara di dalam pabrik. Keseluruhan konsep pabrik ini selain ditujukan untuk meningkatkan efisiensi juga untuk meningkatkan ergonomi dan kenyamanan karyawan dalam bekerja.

SDM

Selain mempersiapkan fasilitas produksi, TMMIN juga akan menyiapkan fasilitas pelatihan (learning center) bagi sumber daya manusia yang akan mengoperasikan pabrik ini nantinya.

"Kualifikasi tenaga kerja untuk pabrik mesin ini membutuhkan keahlian khusus karena proses kerja sangat erat kaitanya dengan tingkat presisi yang akurat. Oleh karena itu sejak awal harus sudah disiapkan. Ini juga sesuai dengan konsep dan semangat Toyota Indonesia yaitu we build the people before build the products," kata Warih.

Learning Center ini akan dibangun berbarengan dengan pabrik mesin Karawang. Pusat Pelatihan yang ini nantinya tidak hanya diperuntukan bagi internal Toyota, tetapi bisa juga dipergunakan oleh para supplier dan stakeholder yang terkait dalam rantai produksi Toyota.

(kpl/nzr/rd)

Rekomendasi untuk kamu:

Newsletters