Dengan melakukan test drive, calon konsumen bisa mendapat gambaran dari kemampuan dari sebuah mobil. Apalagi dibuatkan sebuah arena khusus yang dapat memberi gambaran lebih sesuai dengan jenis mobil. Hal itu lebih menarik bagi konsumen ketimbang melakukan test drive tersendiri lewat dealer.
Contohnya arena di area tertutup yang dibuat oleh ATPM untuuk memperkenalkan lebih jauh produk terbaru mereka. Di arena itu umumnya dibuatkan tanjakan-turunan terjal, slalom, gundukan kecil, jalan berpasir dan basah atau lainnya. Handicap itu dirancang sudah disesuaikan dengan spesifikasi mobil.
Harapannya, keunggulan produk bisa ditonjolkan di situ. Walau tak sedikit calon konsumen yang justru mengalami kecelakaan di arena itu. Itu belum menghitung konsumen yang test drive di jalan raya dengan tingkat risiko lebih tinggi. Meremehkan atau terlalu bersemangat menjadi alasan umum terjadinya kecelakaan itu.
Nah, hal apa saja yang perlu dicermati sebelum melakukan test drive ini?
- Mempelajari spesifikasi mobil
Dengan mengetahui spesifikasi mobil, Anda sudah punya bayangan tentang kemampuan mobil. Misalnya antara mobil bermesin 1.000 cc dengan 2.000 cc, tentu berbeda tenaga mesin. Hasilnya, kemampuan akselerasi pun berbeda. Begitu pula dengan jenis transmisi, apakah manual atau otomatis. Karena pengoperasian keduanya jelas berbeda.
Tak ketinggalan adalah pemahaman sistem rem. Misalnya apakah rem sudah ber-ABS atau belum. Sehingga jika terjadi situasi darurat di jalan raya, tindakan yang diambil bisa sesuai. Spesifikasi mobil ini bisa dilihat pada brosur atau menanyakan ke penjual.
- Mengenali fitur yang ada
Sempatkan untuk beradaptasi singkat dengan interior mobil. Termasuk mengeksplorasi fitur-fitur yang ada. Seperti letak dan fungsi tombol-tombol yang ada. Atau bahkan sekadar untuk pengoperasian AC, head unit atau indikator yang ada pada panel instrumen.
Sambil meminta penjelasan dari penjual, hal itu tentu lebih memudahkan Anda saat test drive nantinya. Soalnya, perhatian Anda sudah tidak lagi terpusat pada apa yang ada di interior yang berbuntut menimbulkan gangguan saat mengemudi.
- Posisi mengemudi ideal
Mencari posisi ideal bertujuan agar Anda memperoleh duduk yang nyaman, pandangan ke depan yang sesuai dan memudahkan pengoperasian berbagai kontrol dan tombol. Langkah ini bisa dimulai dengan mengatur jok dengan pengaturan yang ada dengan postur badan Anda. Cocokkan pula agar kaki Anda dapat menekan penuh pedal kopling.
Begitu pula jika ada pengatur setir. Sesuaikan agar lengan tetap menekuk sambil menggenggam setir. Mengatur spion samping dan tengah menjadi hal wajib berikutnya sebelum menggunakan sabuk pengaman. Ritual tadi juga dapat meningkatkan kewaspadaan Anda selama mengemudi.
- Menjaga pola mengemudi
Sesi test drive mobil baru ini memang tidak sepenuhnya bisa digunakan untuk mencari tahu seluruh kemampuan mobil. Tetap ada risiko tinggi jika terlalu memaksa kemampuan mobil. Terlebih pengetesan dilakukan di jalan raya.
Mengemudi tidak agresif dengan menjaga jalur sekaligus laju kendaraan menjadi tindakan antisipasi menghadapi lalu lintas. Sehingga tidak membahayakan diri dan pengguna jalan lain. Menanyakan sekaligus mempelajari rute dan rintangan yang akan dilalui juga dapat mempermudah proses test drive.
Sumber:http://www.autobildindonesia.com/read/2010/07/21/1196/17//6/Kenali-Mobil-Sebelum-Dites