TOP 1 Indonesia  
   
 
 
Berita Terbaru
Artikel Otomotif


  
Mesin Diesel, Antara Mitos dan Fakta

Ketika mobil bermesin diesel mulai populer, masyarakat awam banyak terjebak pada pendapat salah kaprah soal mesin berbahan bakar solar. Pendapat itu memang benar ketika mesin diesel baru ditemukan. Namun, sekarang semuanya sudah berubah berkat pengembangan teknologi yang semakin mutakhir.

Percaya atau tidak, ternyata hingga saat ini masih beredar pandangan keliru menjurus apriori soal mesin diesel (MD) pada kendaraan bermotor. MD sering dipojokkan ke posisi kurang menguntungkan dibandingkan dengan mesin bensin (MB). Paling tidak ada delapan kekeliruan dan kesalah pahaman tentang MD kendaraan bermotor yang terlanjur dianggap benar. Hanya ada dua pendapat yang sudah tepat dipahami. Delapan hal dibawah ini merupakan FAKTA yang SEBENARNYA berkaitan dengan delapan kesalah pahaman soal MD, yaitu :
  1. Lebih ramah lingkungan dibandingkan MB
    MD identik dengan mengeluarkan asap hitam legam, beda dengan MB yang gas buangnya terlihat lebih bersih. Gas Buang MD mengandung sejumlah besar jelaga hitam akibat temperatur nyala yang lebih tinggi dibandingkan dengan MB. Namun, partikel padat jelaga hitam cepat hilang atau mengendap ke tanah oleh tarikan gravitasi bumi. Gas polutan lain yang disemburkan sebagian besar adalah NO×. Bandingkan dengan gas buang MB. Di balik penampakannya yang bersih dan jernih, gas buang MB mengandung lebih banyak CO×, NO×, dan unburned hydrocarbon (UHC/bensin tak terbakar) yang lebih polutif dan efek racunnya lebih instan bagi makhluk hidup. Lebih parah lagi karena tak terlihat, kita lebih sulit menghindari gas buang MB daripada gas buang MD.
  2. Tidak Kotor
    Kesan kotor pada MD kuno memang ada. Namun, kesan tersebut berangsur-angsur hilang sejalan dengan penerapan electronic fuel injection (EFI) yang kian meluas, menggantikan sistem pasokan solar mekanik dengan governor.
  3. Tidak lebih bising daripada MB
    Teknologi isolasi getaran dan peredaman suara yang kian canggih memungkinkan hal ini terjadi. Suara ledakan MD akibat pembakaran pada temperatur dan tekanan tinggi ketimbang MB sudah makin berkurang seiring dengan kemajuan teknologi.
  4. Getaran Mesin yang Halus
    Berkaitan dengan fakta bahwa piston pada MD harus bergerak bolak-balik lebih jauh, gaya yang timbul juga akan lebih besar ketimbang MB. Akibatnya, MD kuno memang bergetar amat hebat. Namun, setelah electronic fuel injection (EFI) berkembang sejak tahun 1975, komponen-komponen MD modern, termasuk piston telah diganti dengan bahan yang 30 – 40% lebih ringan. Ini memungkinkan gaya penyebab getaran juga mengecil. Getaran pada MD modern pun sudah sangat jauh berkurang.
  5. Mudah untuk di-start
    MD kuno memang agak rewel saat dihidupkan pertama kali pada pagi hari. Penyebabnya, temperatur MD belum cukup tinggi untuk mendukung terjadinya pembakaran sendiri. Dengan kemajuan teknologi, MD mutakhir dapat langsung di start seperti layaknya MB karena proses pemanasan ruang bakar terjadi hampir seketika.
  6. Lebih efisien daripada MB
    Anggapan banyak orang, MD yang temperatur pembakarannya jauh lebih tinggi dibandingkan MB tentu mengalami rugi daya lebih besar akibat penyerapan panas berlebihan oleh air radiator. Gesekan komponen-komponen MD yang kokoh dan berat juga menimbulkan in-efficiency pembakaran ekstra.
  7. Akselerasi Tinggi
    MD identik dengan kendaraan berat seperti truk dan bus yang beroperasi dengan putaran mesin (RPM) rendah, tidak bisa ngebut dll. Namun seiring dengan pemakaian komponen berbahan ringan, RPM MD dapat ditingkatkan tanpa khawatir gaya-gaya perusak yang timbul akan cukup besar.
  8. Tidak memiliki busi
    Bila MB penyalaan campuran udara dengan bensin membutuhkan percikan api dari busi. Berbeda dengan MD, penyalaan campuran udara dengan solar terjadi dengan sendiri akibat tekanan dan temperatur cukup tinggi (pressure ignited combustion). Sistem penyalaan MD yang berupa injektor lebih sederhana dengan tiadanya rangkaian pengapian seperti busi, platina, kondensor dan distributor. Injektor juga tidak membutuhkan perawatan rutin.
So, jangan ragu-ragu untuk memilih kendaraan bermesin diesel. Yang penting kita bisa merawatnya dengan baik dan rutin. (Yul & Dny)

Bookmark and Share
 
 
Copyright PT. TOPINDO ATLAS ASIA 2009. All Rights Reserved | Powered by Teledata-Vintedge