Jumat, 8 November 2019

Cara Merawat Radiator Biar Tidak Overheating!

Anda, perlu Anda ketahui bahwa mobil mempunyai tiga sistem pendinginan. Pendinginan pada mobil bisa dilakukan melalui oli, udara, dan air. Tugas dari ketiganya sama, yaitu menjaga kestabilan suhu mobil. Jika suhu mobil terlalu tinggi, mesin akan menerapkan pendinginan.

Biasanya, mobil zaman sekarang banyak yang menggunakan sistem pendinginan melalui air. Sistem ini tidak akan bekerja dengan baik tanpa adanya radiator. Pastinya, Anda sudah sering dengar radiator.

Namun, apakah Anda sudah tau fungsi radiator? Fungsi radiator bisa Anda kenali lewat komponen-komponen penyusun dan cara kerjanya. Apa aja, ya kira-kira? Lalu, bagaimana cara merawatnya? Simak pembahasan berikut.

 

Baca Juga : Ganti Oli Mobil Dengan Oli Full Sintetik Terbaik : TOP 1 HP Sport

 

Komponen Radiator

Radiator membutuhkan saluran masuk air pendingin. Sebelum masuk ke pusatnya, air pendingin bakal ditampung di-upper tank. Komponen ini terletak pada bagian atas radiator. Komponen ini pun dapat dibagi kembali menjadi dua bagian, yakni tutup radiator dan saluran reservoir.

Tutup radiator adalah komponen yang mengontrol suhu air sedangkan saluran reservoir adalah komponen yang bertugas untuk meneruskan air radiator ke reservoir tank apabila terjadi kelebihan tekanan. Reservoir tank bertugas untuk menampung air radiator.

Komponen berikutnya adalah pusat radiator. Pusat radiator tersusun atas pipa-p ipa pipih dan memanjang. Pipa yang berbentuk pipih dapat mempercepat pelepasan suhu panas. Selain itu, pipa ini juga menjadi penghubung upper tank dengan lower tank.

Lower tank itu sendiri berguna sebagai penampung air dingin yang telah diproses pada pusat radiator. Setelah ditampung, air dingin tersebut akan disalurkan ke mesin-mesin mobil melalui pompa.

Sirip pendingin merupakan sirip-sirip berbentuk zig-zag yang berada di sela pusat radiator. Suhu panas akan dialirkan melalui sirip pendingin, kemudian sirip akan membuang suhu panas itu ke udara.

Cara Kerja

Pertama-tama, air dengan suhu tinggi masuk ke upper tank. Air itu akan diteruskan ke radiator dan didinginkan oleh bantuan kipas radiator. Air yang sudah mengalami perubahan suhu kemudian bakal mengalir menuju lower tank.

Thermostat, katup yang bisa membuka dan menutup secara otomatis dengan perubahan temperatur pada mesin, akan terbuka dan mengalirkan air yang dingin ke mesin-mesin mobil.

Air radiator sangatlah penting untuk mencegah gejala overheat pada mobil. Anda perlu tau, bahwa overheat bisa mengakibatkan turun mesin, loh! Untuk mengatasinya, air radiator sebaiknya diganti secara rutin, paling tidak setelah mobil Anda menempuh 20,000 KM.

 

Baca Juga : Rekomendasi Oli Nissan Livina 2019 Yang Bagus dan Berkualitas Terbaik

 

Ada hal-hal lainnya yang harus Anda cek seputar air radiator. Anda harus memastikan tutup radiator terpasang dengan kencang.

Tutup ini bisa kendor karena karet yang rusak atau sudah terlalu lama dipakai. Tutup radiator yang kendor bisa membuat air radiator lebih cepat habis daripada biasanya.

Selain itu, Anda juga mesti memastikan semua komponen tidak mengalami kebocoran pada pipa, selang, bahkan pompa. Bocornya saluran-saluran tersebut dapat membuat kerja pendinginan yang tidak berjalan maksimal.

Bisa-bisa, mesin malah terus memanas tanpa Anda ketahui. Sementara itu, sirip radiator juga tidak boleh bocor, loh!

Katup thermostat harus selalu dalam keadaan yang bersih. Katup harus bebas dari kerak debu, bahkan karat.

Kemudian, hal terakhir yang dapat Anda periksa adalah kipas radiator. Putaran kipas radiator bisa-bisa melemah karena Carbon Rush yang sudah mulai habis, sambungan yang terlalu kecil pada kaki relay, atau cairan kopling yang semakin menipis.

Nah, jangan lupa periksa kesehatan air radiator mobil Anda di bengkel-bengkel kesayangan. Anda juga bisa memeriksanya secara mandiri. Namun, jangan terlalu memaksakan, ya! Sebaiknya, tanyakan dulu kepada orang-orang yang lebih bisa dan berpengalaman.

Baca Juga : AC Mobil Tidak Dingin? Awas Jangan Asal, Mungkin Ini Penyebabnya

 

Rekomendasi Radiator Coolant Yang Bagus Untuk Mobil Anda

Salah satu rekomendasi produk coolant terbaik dari TOP1 USA adalah TOP 1 Power Coolant, produk ini menggunakan bahan dasar air demineralisasi yang sudah dihilangkan kandungan mineral dan logam yang berbahaya bagi radiator.

TOP 1 Power Coolant telah diformulasikan secara khusus menggunakan inhibitor karat karboksilat organik berumur panjang terbaru di AS yang memberikan perlindungan korosi terbaik yang sangat direkomendasikan untuk melindungi sistem pendingin kendaraan Anda.

TOP 1 Power Coolant memiliki keunggulan utama sebagai berikut:

- Menaikkan titik didih air radiator : Titik didih air akan meningkat karena kandungan ethylene glycol, peningkatan menjadi sekitar 110°C untuk radiator coolant yang mengandung 20% ethylene glycol. Hal ini tentunya akan mencegah air radiator mendidih yang bisa berakibat radiator jebol karena perubahan fasa air menjadi gas.

- Mencegah korosi : Menggunakan aditif khusus anti-korosi sehingga timbulnya korosi dapat dihambat.

- Tidak menimbulkan kerak : Air yang digunakan bebas mineral dan kandungan logam sehingga timbulnya kerak yang berakibat penukaran panas tidak optimal dapat dicegah.

Rekomendasi untuk kamu:

Newsletters