Senin, 28 Mei 2012

Belasan Pengendara Motor Tewas Setiap Hari di Jalan

Washington - Mengendarai sepeda motor adalah salah satu pekerjaan paling dekat dengan maut! Buktinya di negara maju seperti Amerika Serikat, tercatat 4.500 pengendara sepeda motor tewas di jalan sepanjang 2011. Jumlah tersebut sama dengan tahun sebelumnya. Hal tersebut dikemukakan berdasarkan penelitian Governors Highway Safety Association (GHSA).

Dari laporan tahunan GHSA yang dilansir Motorcycle (24/5/2012), seluruh data kecelakaan dikumpulkan dari 50 negara bagian dan Distrik Colombia. Sebagian wilayah masih melaporkan data Januari - September (kecuali California yang belum memasukkan data Agustus dan September). Dari perhitungan tersebut, GHSA memprediksi jumlah kematian setahun penuh.

Mengutip laporan itu, pada sembilan bulan pertama 2011, terdapat 3.580 biker dan "boncenger" meninggal dunia karena kecelakaan. Jumlah ini turun 1,67 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Untuk periode satu tahun penuh, jumlah nyawa yang melayang mencapai 4.376 orang. Sedangkan menurut National Highway Traffic Safety Association (NHTSA) melalui metode penghitungannya (Fatality Analysis Reporting System), 4.502 jiwa. Harga BBM Masih berdasarkan laporan tersebut, jumlah nyawa biker yang melayang berbanding lurus dengan jarak tempuh mengendarai sepeda motornya. Faktor lain - juga masuk dalam laporan - adalah kenaikan harga bensin. Semakin mahal harga bahan bakar, mendorong orang memilih sepeda motor sebagai alat transpsortasi karena dinilai lebih ekonomis. Lainnya, tingkat kematian biker selama 25 tahun ke belakang, juga berbanding lurus dengan jumlah pendaftaran sepeda motor baru di Kepolisian.

Dalam sembilan bulan pertama 2011, kecelakaan fatal pada biker menurun pada 23 negara bagian. Sedangkan 26 negara (plus Washington) justru mengalami peningkatan. Negara bagian Texas misalnya, mengalami tingkat kematian tertinggi, yaitu sampai 323 jiwa. Florida menduduki peringkat kedua dengan 303 jiwa (naik dari tahun lalu 292 jiwa) dan California menyumbang 223 jiwa.

New York GHSA juga menilai, cuaca yang buruk ikut menyumbang terjadinya penurunan kecelakaan terhadap pengendara sepeda motor tahun lalu. Pasalnya, kondisi tersebut menyebabkan minat biker pergi jauh-jauh dengan sepeda motornya menurun. Selain itu, New York gencar memberikan contoh upaya mengurangi kecelakaan memberikan pelatihan keselamatan. Hasilnya, "The Big Apple" berhasil menurunkan tingkat kematian menjadi 137 jiwa dari sebelumnya 163 jiwa.

"Di New York kami meminta biker selalu mengenakan perlengkapan keselamatan berkendara dengan warna cerah agar bisa dilihat oleh pengguna jalan lain. Sangat menyenangkan bisa melihat usaha ini, berkat kerjasama negara bagian dan mitra lokal," beber Barbara J Fiala, Commissioner dari lembaga konsultan New York State Department of Motor Vehicles.

GHSA juga menghimbau seluruh biker menggunakan helm waktu berkendara. Pasalnya, helm yang digunakan dengan benar, menurunkan cedera fatal menjadi 37 persen bagi pengendaran dan 41 persen terhadap boncengannya.

Nah, di Indonesia bisa jadi lebih parah lagi. Pasalnya, jumlah sepeda motor jauh lebih banyak, pengendara kurang disiplin. Begitu juga pengawasan! Banyak anak-anak di bawah umur berkendara dengan bebas tanpa SIM dan helm!

sumber berita : kompas otomotif

Rekomendasi untuk kamu:

Newsletters