Sabtu, 5 Januari 2013

Kecelakaan Dahlan Iskan, Kenapa Bisa Rem Blong?

Banyak orang yang mempertanyakan kinerja rem supercar elektrik Tucuxi milik Dahlan Iskan. Pasalnya dugaan akibat rem blong, padahal sang perancangnya adalah seorang yang sangat profesional pada bidangnya.

Ada komponen paling vital pada sistem pengereman, yaitu kampas rem. Pada saat menghentikan kendaraan berkecepatan tinggi fungsi kampas rem memiliki beban mencapai 90% dari komponen lainnya.

Ada 2 macam kampas rem berdasarkan bahan baku utamanya, yaitu Non Asbestos dan Asbestos. Kampas rem yang terbuat dari bahan Non Asbestos umumnya terdiri dari 4 hingga 5 macam fiber (serat) di antaranya kevlar, steel fiber, rock wool, cellulose dan carbon fiber yang memiliki serat panjang.

Sedangkan kampas rem dari bahan Asbestos hanya memiliki 1 jenis fiber yaitu Asbes yang merupakan komponen bersifat karsinogenik.

Kampas rem asbetos tidak tahan pada temperatur tinggi. Hal ini semakin terlihat pada kasus kecelakaan Dahlan Iskan pada saat melewati turunan panjang, meskipun mobil baru.

Belum lagi spesifikasi Tucuxi memiliki bobot kotor sekitar 1,1 ton ditambah kecepatan mobil sekitar 80 km/h. Hal tersebut secara hukum fisika akan bertambah jika dalam keadaan searah dengan gaya gravitasi bumi (posisi menurun). Sehingga kerja rem akan bertambah berat lagi. Disinilah letak penyebab rem blong

Kampas rem asbestos hanya mampu bertahan pada temperatur kurang lebih 200 derajat celsius. Di atas temperatur tersebut akibatnya akan terjadi fading atau gejala dimana koefisien gesek akan turun drastis dan menyebabkan rem blong.

Oleh sebab itu pada peraturan pemerintah tentang kendaraan, disebutkan kendaraan dengan JBB (Jumlah Berat Bruto) di atas sekian ton wajib diberi alat bantu pengereman. Kendaraan berat tentu akan memerlukan energi yang besar untuk menghentikan lajunya yang mengakibatkan panas berlebih pada kampas rem.

sumber: bismania community (kpl/abe)

Sumber: Otosia.com

Rekomendasi untuk kamu:

Newsletters