Sabtu, 26 Maret 2011

Pabrikan Otomotif Tunda Produksi Akibat Gempa & Tsunami di Jepang

Gempa bumi berkekuatan 8.9 skala Richter yang disusul dengan gelombang tsunami setinggi 10 meter yang melanda Jepang tidak hanya mengakibatkan korban jiwa dan harta saja, namun juga mengakibatkan kerusakan di beberapa fasilitas milik manufaktur otomotif. Toyota melaporkan tidak ada yang cidera di semua pabrik atau kantor, namun pabrik di Hokkaido, Tohoku, Miyagi dan Iwate harus berhenti produksi untuk sementara. Kedua pabrik terakhir adalah pabrik yang memproduksi Toyota Yaris dan Scion xB / xD. Sementara Honda mengumumkan mengalami kerusakan yang cukup parah di dua pusat riset dan pengembangannya serta pabriknya di Tochigi dan kompleks Honda Engineering. Satu orang meninggal dunia dan lebih dari 30 orang mengalami cidera yang cukup parah. Perusahaan ini masih berusaha memperbaiki kendala yang terjadi dan menunda pengoperasian hingga minggu depan. Nissan dilaporkan menjadi salah satu pabrikan yang mengalami kerusakan terparah.  Ke enam fasilitas yang selama ini menunjang produksi Nissan mengalami kerusakan yang signifikan. Apalagi, lebih dari 2.300 kendaraaan yang mereka produksi hancur saat menunggu pengiriman. Suzuki mengatakan bahwa mereka tidak mendapatkan kerusakan yang berarti di semua fasilitas produksinya dan seluruh pegawainya berhasil selamat. Kendati demikian, pabrikan yang dibentuk di 1909 ini masih mengalami kesulitan komunikasi dengan beberapa area tertentu. Sedangkan Mazda yang juga tidak mengalami kerusakan parah baik di pabrik maupun kantor pusatnya, tetap akan menunda produksi sampai tanggal 17 Maret mendatang.  Selama beberapa hari mendatang, masing-masing pabrikan kendaraan tersebut akan menentukan langkah-langkah dan strategi selanjutnya. Sepertinya kendala terberat akan berada di bagian pengiriman. Pasalnya, beberapa pelabuhan di Negara matahari terbit rusak cukup parah akibat tsunami.

Rekomendasi untuk kamu:

Newsletters