Kamis, 11 April 2013

Penjualan Daihatsu Xenia anjlok gara-gara Ertiga?

Amelia Tjandra, Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor, mengakui bahwa market share Daihatsu mengalami penurunan. Hal ini terutama dengan penjualan Xenia yang belakangan dihadang banyak model dengan kelas sejenis, seperti Suzuki Ertiga dan Nissan Evalia.

"Sampai bulan Maret lalu Daihatsu masih rangking 2, dan kita sudah berarti tahun ke-5. Dari 2009 kita ranking 2. Tapi memang benar, dengan masuknya kompetitor, masuknya Daihatsu turun. Sebelumnya di level 15-an, tahun lalu di level 14,6, kini kita turun lagi di 14,2. Walaupun tetap ranking 2," paparnya.

Namun Amelia menegaskan bahwa penurunan yang dimaksud adalah market share karena sebenarnya angka penjualan Xenia masih tetap seperti pada waktu sebelumnya dan tidak mengalami penurunan drastis. Ia pun coba menjelaskannya.

"Xenia masih jual di level 6.000 unit. Angkanya sendiri tidak turun dibanding Ertiga dan Evalia. Tetapi marketnya sendiri bertambah besar. Akibatnya, market share-nya turun. Ini penyebab paling drastis," paparnya.

Market alias para calon konsumen mobil khususnya di segmen low-MPV memang terus bertambah seiring bertambahnya jumlah penduduk dan lahirnya keluarga-keluarga muda baru, plus kebutuhan kendaraan dari perusahaan-perusahaan.

"Kenapa market Daihatsu turun? Walaupun secara volume kita bisa meningkat dari tahun lalu, tapi pasarnya lebih besar dari tahun lalu," tambah Amelia.

Penyebab kedua menjadi sesuatu yang klasik setidaknya bagi Daihatsu sendiri. Keterbatasan kapasitas produksi tidak seimbang dengan jumlah permintaan. "Kami tidak bisa memenuhi permintaan costumer untuk komersial. Daihatsu Gran Max (jika dihitung total Daihatsu) itu secara umum permintaannya lebih tinggi dari produksinya," ujarnya memberi contoh.

(kpl/nzr/vin)

Rekomendasi untuk kamu: