Inilah sebab pasang surut penjualan Yamaha di 2013
Inilah sebab pasang surut penjualan Yamaha di 2013
Tahun 2013 kemarin bukan periode yang menggembirakan buat pabrikan 'Garpu Tala'. Meski tidak menyebut pasti berapa persen penurunan, Yamaha mengaku telah terjadi beberapa kali pasang surut penjualan di tahun kemarin.
Penurunan penjualan Yamaha pada tahun 2013 lalu sebenarnya tidak drastis, melainkan terjadi pasang surut dalam bulan-bulan tertentu akibat imbas dari beberapa kebijakan pemerintah yang memaksa masyarakat untuk menunda membeli sepeda motor.

Penetapan uang pangkal (DP) minimum kredit kendaraan 25-30 persen di Indoneisa mempengaruhi total penjualan Yamaha di tahun 2013. Akibatnya penjualan Yamaha sampai Maret turun, tetapi sejak Juli sampai Desember mulai terjadi peningkatan sebesar 4 persen pada masing-masing bulan.
"Kita mengalami penurunan penjualan sebenarnya sampai di bulan April dan Mei, tapi itu dampak dari kenaikan DP, kenaikan harga BBM dan sebagainya," kata Dyonisius Beti, Executive Vice President PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) di sela-sela peluncuran GT125 Eagle Eye di Jakarta semalam.

Namun, lanjut Dion, setelah upah minimum regional (UMR)disetujui naik UMR naik, khususnya di DKI Jakarta, terjadi pertumbuhan 18 persen,. Sebaliknya, di luar pulau Jawa pasar Yamaha turun 15 persen. Ia memperkirakan permintaan sepeda motor tahun ini bisa mencapai 7,6 juta unit, dimana 7,4 juta unitnya berasal dari 3 merek, yakni Honda, Yamaha, dan Suzuki.
"Yamaha tentu ingin terus menjaga demand, dan pastinya targetnya harus terus meningkat daripada tahun lalu," harap Dion.

