Suzuki bidik langsung Swift ke perkantoran

Suzuki bidik langsung Swift ke perkantoran

Suzuki Indomobil Sales melihat konsumen perkantoran sebagai sasaran utama bagi produk-produk mobil kotanya, termasuk hatchback Swift. Oleh karenanya, kini pihak Suzuki memasarkan langsung ke kalangan tersebut, sebagai bagian dari langkah marketing modern mereka.

"Jadi untuk Splash bahkan untuk Swift kami tidak share besar-besaran ke media, tetapi sebenarnya kami sekarang active office to office. Datang ke perkantoran-perkantoran, cara-cara marketing yang lebih modern," ungkap Davy J Tulian, 4W Sales Director of PT Suzuki Indomobil Sales.

Lebih jauh, langkah ini merupakan bagian dari peralihan citra produk yang mereka pasarkan, dari nama yang besar sebagai produsen kendaraan komersial menjadi besar dengan citra produsen kendaraan penumpang. Selain Swift dan Splash, citra itu juga akan didukung dengan kedigdayaan Ertiga.

"Membuat brand image Suzuki ini lebih baik dan tujuan kami untuk shifting dari commercial brand ke passanger brand bisa saling mendukung. Antara Ertiga sebagai passanger vehicle membantu untuk shifting commercial brand ke passanger brand dengan brand identity yang lebih jelas," ungkapnya.

Harga baru Swift sendiri dibanderol lebih murah dari model sebelumnya. Suzuki melepas tipe GL MT Rp 163,1 juta, GL AT Rp 174,1 juta, GX MT Rp 169,6 juta dan GX AT Rp 180,6 juta. Harga Swift model sebelumnya antara Rp 176 juta dan Rp 193 jutaan. Harga-harga tersebut sudah on-the road.

Penurunan harga ini sendiri tidak berdampak pada kurangnya perangkat keselamatan seperti tetap adanya airbag. Kapasitas mesinnya mengecil, tetapi justru lebih bertenaga. Ia menggunakan mesin yang sama dengan Suzuki Ertiga, berkapasitas 1.400 cc VVT bertenaga 95 PS pada 6.000 rpm dan torsi 130 Nm di 4.000 rpm.

Dengan harga lebih kompetitif, Suzuki yakin bahwa penjualan Swift anyar di bisa sampai 1.000 unit per bulan. Sebelumnya, penjualan Swift hanya sekitar 300 unit per bulan.

(kpl/why/vin)

© PT Topindo Atlas Asia 2024