Truk muat 35 karyawan terbalik, 5 orang tewas
Truk muat 35 karyawan terbalik, 5 orang tewas
Otosia.com - Lima karyawan perkebunan kelapa sawit PT Uni Primacom yang beroperasi di Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, meninggal dunia akibat truk yang ditumpangi terbalik. Truk nahas tersebut terbalik dan masuk selokan.
"Selain lima orang meninggal dunia, truk yang bermuatan 35 orang tersebut juga mengakibatkan enam orang luka parah, dan 23 orang mengalami luka ringan," kata Camat Parenggean, Kabupaten Kotim, Bardi Baen di Sampit, seperti dikutip dari Antara, Rabu (2/1).
Kelima korban meninggal dunia tersebut seluruhnya perempuan. Mereka adalah Salmi, Wakiyem, Siti Rohana, Kastimah, dan Sugiarti. Kasus kecelakaan tersebut sekarang sudah ditangani pihak aparat kepolisian. Korban meninggal dunia saat ini berada tempat kejadian perkara (TKP), dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim dokter dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Parenggean.
Untuk korban luka berat diberikan perawatan di Puskesmas Parenggean, sedangkan korban luka ringan dirawat poliklinik PT Uni Primacom. Kronologis kecelakaan tersebut bermula dari truk bernomor polisi KH 9148 FB yang dikendarai AI (26) warga Desa Bandar Agung, Kecamatan Parenggean berangkat menjemput 14 karyawan PT Uni Primacom pada pukul 04.00 WIB di Desa Buana Mustika.
Setelah menjemput 14 karyawan tersebut kemudian truk menuju ke devisi N untuk menjemput dua kelompok karyawan sebanyak 21 orang. Menurut Bardi, jumlah keseluruhan karyawan yang dimuat saat itu ada sebanyak 35 orang untuk diantar kerja di blok AE devisi N.
Saat dalam perjalanan menuju ke lokasi kerja, pada pukul 06.15 WIB tiba-tiba truk oleng yang selanjutnya terbalik ke selokan sebelah kanan bahu jalan.
"Sampai saat ini kami masih belum mengetahui secara pasti penanganan korban luka berat apakah akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit atau tetap diberikan perawatan di Puskesmas," katanya.
Sementara Direktur RSUD dr Murjani Sampit, Yuendri Irawanto mengatakan, sampai saat ini belum ada informasi terkait korban meninggal maupun korban luka apakah akan dirujuk ke rumah sakit atau tidak.
"Kami hanya menerima informasi, bahwa korban luka akibat kecelakaan itu hanya satu orang saja yang akan dirujuk ke RSUD dr Murjani Sampit karena pihak Puskesmas Kecamatan Parenggean tidak sanggup memberikan pertolongan, selain luka terlalu parah peralatan yang tersedia juga tidak lengkap," ucapnya.
Sementara Bupati Kotim, Supian Hadi mengaku turut berduka atas kecelakaan hingga mengakibatkan ada korban meninggal dunia.
"Penggunaan truk untuk mengangkut karyawan sebetulnya telah kami larang, untuk itu jika ada unsur kesengajaan dari pihak perusahaan maka perusahaan yang bersangkutan akan kami berikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku," ungkapnya.
Supian Hadi mengungkapkan, pemerintah daerah tidak akan memberikan toleransi lagi terhadap perusahaan yang melanggar aturan tersebut, sebab kecelakaan karyawan yang diangkut dengan truk bak terbuka di Kabupaten Kotim telah sering terjadi.
Sementara pihak perusahaan hingga saat ini masih belum ada yang bersedia memberikan keterangan terkait kecelakaan tersebut. Alasannya, kasusnya telah ditangani oleh aparat kepolisian. (mdk/hhw/hhw)
(mdk/hhw)
