Jumat, 7 Agustus 2020

3 Perbedaan Oli Mesin Mobil dan Oli Diesel, Apa Saja Itu?

Oli mesin mobil dan oli mesin diesel memang memiliki fungsi yang sama yaitu bertugas sebagai pelumas pada komponen mesin yang saling bergesekan. Berbagai macam spesifikasi berbeda serta tipe mesin menjadi perbedaan utama.

Pelumas untuk mobil bensin memiliki oli yang khusus, serta oli mesin diesel. Pabrikan pelumas memiliki perhitungan sendiri saat produksi, seperti karakter dan molekul oli kendaraan.

Sebelum lebih jauh memahami kualitas atau spesifikasi kekentalan oli, perlu dipahami bahwa ada berbagai macam jenis oli. Secara umum terbagi 2 yaitu oli mesin bensin dan mesin diesel. 

Kebutuhan yang berbeda mengharuskan perusahaan pelumas membagi kepada beberapa peran. Agar tidak salah pilih, berikut 3 perbedaan oli mesin mobil dan oli diesel.

1. Perbedaan Bahan dan Kandungan Oli

Kandungan oli sendiri terbagi dalam 3 jenis, yaitu full sintetis, sintetis campuran atau synthetic blend serta mineral. Kandungan sintetis memiliki kelebihan di ketahanan tingkat keausan atau penguapan oli kendaraan.

Bahan dari oli mesin atau oli diesel sama-sama mengandung base oil yang diambil dari penyulingan minyak. Kualitas oli yang berbeda terletak pada spesifikasi dan kondisi kendaraan.

Pelumas oli yang baik akan membedakan kedua tipe tergantung grup yang diklaim pada kemasan. Dari Group I - V, tentu semua tergantung teknologi dan kandungan pelumas.

Semakin tinggi Group maka akan semakin bagus kualitasnya. Sejatinya, kualitas atau viskositas pelumas kendaraan akan bergantung kepada seberapa jauh dan lama kendaraan dipacu. Untuk bahan diesel dan mesin akan berbeda dari campurannya seperti zat aditif khusus.

2. Perbedaan Karakter Mesin

Mungkin beberapa dari pengguna mobil atau pemerhati oli akan bertanya apakah oli mesin bisa menggunakan pelumas untuk mobil diesel? Jawabannya adalah tidak. Karena mesin akan menjadi kasar atau berat saat dikendarai.

Senantiasa memilih oli yang sesuai peruntukannya, kecuali ada mobil yang memiliki kualitas oli double grade. Untuk mengetahuinya bisa cek di bungkus atau label oli dengan contoh seperti kode API SN/CF.

Double grade sendiri menandakan bahwa oli bisa digunakan di dua mesin, baik bensin maupun diesel. 

3. Perbedaan Kode Pelumas

Indikasi penggunaan pelumas bisa bergantung pada kode olinya. Untuk mobil mesin bensin kerap menggunakan kode huruf awalan S. Spark Plug Ignition yang memiliki artian pelumas untuk dapur pacu bensin dari busi.

Ada beberapa kode huruf awalan S, seperti API SA, SB yang semakin tinggi abdjanya maka semakin bagus seperti SF. Lalu untuk mesin diesel akan dimulai dengan huruf awal C yang berarti Commercial.

Ada beberapa contoh pelumas mesin diesel dengan awalan C seperti API CA, CD, CJ, hingga seterusnya. Peruntukan kode mesin sendiri juga diambil dari kualitas serta teknologi oli mesin yang ada. 

BACA JUGA: 5 Cara Perawatan Rem Mobil yang Benar dan Mudah

Untuk oli mesin bensin juga tidak cocok digunakan oli mobil mesin diesel yang memang berbeda tipe. 

Selain dari penjelasan di atas, oli juga memiliki spesifikasi yang mempengaruhi harga yaitu kandungan sintetis. Kandungan ini bisa berdampak pada keawetan serta perawatan mesin yang maksimal.

Perawatan yang maksimal akan berdampak pada umur mesin yang panjang serta minim endapan karena gesekan mesin yang cukup lama dan konstan.

TOP 1 ZENZATION dan TOP 1 ZENZATION DIESEL mampu merawat mesin dengan baik dan tahan lama dengan teknologi Ester Fortified. Kebutuhan mesin dan panasnya kendaraan dapat diatasi dengan pelumas satu ini.

Tunggu apalagi? Rawat mobil kamu ke bengkel sekarang! Lakukan service secara berkala agar kondisi mesin menjadi lebih awet.

Atau ganti pelumas mobil kesayanganmu sendiri dengan membeli produk TOP 1 di Tokopedia sekarang!

Nikmati beragam diskon menarik hingga 30%, promo gratis ongkos kirim hingga jaminan produk yang asli.

Oli anda TOP 1 juga kan?

Rekomendasi untuk kamu: