Tarikan Gas Motor Berat? Bisa Jadi, Ini Penyebabnya!
Tarikan Gas Motor Berat? Bisa Jadi, Ini Penyebabnya!
Pernahkah kamu merasakan tarikan gas motor yang tiba-tiba terasa berat? Jangan anggap sepele,
karena ini bisa jadi sinyal awal adanya gangguan pada sistem mesin. Meski terlihat ringan,
kondisi ini sebenarnya cukup serius, menandakan ada hambatan dalam proses pembakaran atau penyaluran tenaga ke roda.
Yuk, kita kupas tuntas penyebabnya supaya kamu lebih paham dan bisa segera mengatasinya!
Faktor-Faktor Utama yang Membuat Tarikan Gas Berat
1. Oli Mesin Tidak Diganti Teratur
Oli adalah pelindung gesekan sekaligus pendingin mesin. Kalau sudah melewati masa pakai, kemampuan melumasi menurun drastis.
Mesin jadi lebih panas, gesekan meningkat, dan crankshaft terasa berat. Akibatnya, tarikan gas pun melambat.Lebih parah lagi,
oli lama membawa partikel logam hasil gesekan. Partikel ini bisa menggores silinder dan mempercepat kerusakan ring piston.
Jadi, ganti oli bukan sekadar bikin mesin halus, tapi benar-benar menjaga aliran tenaga tetap lancar.
2. Pengisian Oli Berlebih
Banyak yang mengira oli kurang itu bahaya, padahal oli berlebih juga bikin masalah. Kalau oli terlalu penuh, tekanan crankcase meningkat,
dan piston jadi melawan tekanan internal. Tarikan gas pun terasa berat. Selain itu, oli berlebih bisa menimbulkan gelembung udara
di sistem pelumasan. Hasilnya, pelumasan tidak sempurna dan mesin tetap panas.
3. Filter Udara Kotor
Filter udara yang kotor bikin suplai udara ke ruang bakar terhambat. Mesin kekurangan oksigen, pembakaran tidak sempurna, tenaga berkurang,
dan tarikan gas jadi lambat. Pada motor injeksi, filter kotor juga bikin ECU bekerja lebih keras, konsumsi bensin meningkat, dan injektor bisa rusak.
4. Busi & Sistem Pengapian Melemah
Busi aus sama dengan percikan api kecil ataupembakaran tidak optimal. Tarikan gas jadi lemah, terutama saat tanjakan.
Selain busi, koil, kabel, dan CDI juga harus presisi. Gangguan kecil di sensor pengapian bisa bikin waktu pembakaran kacau.
5. Penyaluran Tenaga Bermasalah
Tenaga mesin harus disalurkan ke roda lewat rantai, v-belt, roller, atau kampas ganda. Kalau salah satu aus atau selip,
tenaga tidak tersalur sempurna. Tarikan gas pun berat, mesin bekerja lebih keras, dan risiko aus makin cepat.
6. Kerak Karbon di Ruang Bakar
Pembakaran meninggalkan residu karbon. Lama-lama menumpuk di piston, katup, dan silinder. Ruang kompresi menyempit,
pembakaran tidak stabil, mesin knocking, dan tarikan gas jadi berat.
7. Setelan Klep & Kompresi Tidak Tepat
Celah klep terlalu rapat bisa menyebabkan kompresi bocor. Kalau terlalu longgar, mesin berisik dan tenaga tidak efisien.
Selain itu, ring piston dan silinder juga memengaruhi kompresi. Kalau kompresi lemah, tenaga mesin drop dan tarikan gas terasa datar.
Tarikan gas berat bukan masalah sepele. Setiap hambatan kecil mulai dari oli, udara, pengapian, hingga penyaluran tenaga
langsung berdampak pada kenyamanan berkendara. Motor modern butuh perawatan lebih cermat agar semua komponen bekerja optimal.
Kalau motor kamu mulai terasa berat, jangan tunggu rusak. Rutinlah servis ganti oli di bengkel partner TOP 1 terpercaya.
Untuk motor matic, gunakan TOP 1 Evolution Matic, dan untuk motor manual gunakan TOP 1 Evolution MC.
Keduanya 100% sintetik dengan teknologi Ester Fortified, bikin tarikan lebih enteng, mesin lebih awet, dan performa tetap prima.
