Selasa, 24 Juli 2018

Tips Membeli Motor Bekas, Kamu Wajib Tahu!

Pertimbangan membeli motor bekas biasanya karena harga yang ditawarkan itu jauh lebih murah dari harga motor sebenarnya. Selain itu, juga memilih membeli motor bekas antara lain karena motor tersebut merupakan motor idaman yang ingin dikoleksi saja.

Sebelum membeli motor bekas, Anda perlu meriset harga pasaran motor tersebut. Beberapa hal yang bisa Anda terapkan: menentukan merek dan tahun motor tersebut. Jika Anda menginginkan motor yang lebih murah, Anda harus membeli motor dengan keluaran tahun yang lebih lama.

Anda juga perlu mempertimbangkan di mana Anda ingin membelinya serta siapa penjualnya. Hal ini sangat penting agar Anda terhindari dari segala penipuan yang Ada. Jika Anda menemukan motor bekas di internet, sebisa mungkin ajak penjual untuk bertemu langsung. Selain itu, rekam jejak si penjual juga perlu diriset apakah rekomendasi atau tidak.

Lebih lanjut, Anda perlu mengetahui bahwa membeli barang bekas memiliki risiko yang lebih banyak. Oleh karena itu, Anda harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang kondisi suatu motor. Hal ini sangat penting demi mendapatkan barang yang sesuai dengan ekspektasi Anda. Jangan sampai harga yang menggiurkan murah malah membuat Anda jadi menyesal membelinya.

Anda harus memerhatikan beberapa tips ini supaya mendapatkan motor sesuai ekspektasi:

 

  1. Pengecekan Kelengkapan Surat-surat dan Cek Nomor Rangka Mesin Motor 

Motor yang ideal adalah memiliki STNK dan BPKB. Anda perlu memeriksa ini secara teliti. Anda memang harus membutuhkan waktu banyak untuk mengurusi hal detail seperti ini. Anda perlu mencocokan STNK, nomor angka, dan nomor mesin. Angka itu harus sama persis. Jika satu saja salah, itu berarti motor Anda tidak layak dan patut dicurigai sebagai curian.

STNK dan mesin motor saja belum tentu asli, biasanya penadah motor curian mengubah nomor rangka dan mesin dengan cara di ketok. Agar lebih yakin, Anda dapat memeriksa keabsahan nomor plat dengan SMS center kepolisian terdekat:

  • Jakarta ketik: Metronomor polisi kirim ke 1717. Contoh : Metro B8118HJ
  • Jawa Timur, ketik : JATIMnomor polisi kirim ke 1717
  • Jawa Barat, ketik: poldajbrnomor polisi kirim ke 3977
  • Jawa Tengah, ketik: jatengnomor polisi kirim ke 7070
  • Yogyakarta, ketik: DIYnomor polisi kirim ke 9600

Anda juga perlu memeriksa pajak kendaraan. Apakah sudah mati atau belum. Pasalnya, pajak juga sangat menentukan harga.

 

Baca juga :

Tips dan Trik Memilih Oli Motor 

 

  1. Pengecekan Bodi dan Sasis Motor

Setelah urusan surat-menyurat selesai, tahapan awalnya adalah Anda melakukan pemeriksaan terhadap bodi dan sasis motor. Kerap kali, bodi motor ditemukan dalam kondisi yang kurang bagus. Dengan mengetahui kondisi bodi motor, Anda juga bisa menimbang-nimbang perawatan yang perlu Anda lakukan. Beberapa hal yang perlu Anda lakukan adalah bekas baret. Ketebalan cat apakah sudah pernah dicat ulang atau belum. Barang-barangnya apakah masih orisinil atau sudah pernah diganti.

Memerika sasis motor juga perlu diperhatikan. Anda perlu memeriksa seluruh bagian apakah masih presisi, simetris, dan masih standar pabirkan. Seluruh komponen dari roda ban depan hingga belakang dan kerangka motor terlihat lurus serta tidak banyak korosi yang ada. Anda perlu test ride untuk mengetahui apakah semuanya masih simetri

Jika ada yang terlihat aneh, bisa jadi motor yang akan Anda beli tersebut pernah jatuh.

 

  1. Cek Kondisi Kelistrikan

Panel kendaraan juga penting dan perlu diperiksa. Anda perlu memeriksa lampu depan, sein, rem belakang, speedometer (apakah masih berfungsi atau tidak), elektrik starter motor. Apabila semua berfungsi, berarti motor yang akan Anda beli cukup terawat.

 

  1. Pengecekan Kondisi Mesin

Anda perlu menghidupkan mesin motor terlebih dahulu. Apalah stationer atau langsam. Kondisi mesin yang baik adalah dapat langsam pada putaran kurang lebih 1500 rpm. Perhatikan juga suara atau bunyi-bunyian kasar dalam mesin.

Lanjut, Anda perlu mengamati kualitas gas buang yang dikeluarkannya. Mesin masih norma jika gas pembuangan tidak berawarna. Proses pembakaran masih sempurna. Anda juga perlu mengamati kondisi knalpot. Jika knalpot basah ada bekas oli, itu menandakan kondisi mesin masih normal untuk motor 2 tak dan matik. Untuk mesin 4 tak itu sudah tidak normal.

Di tahap ini, Anda perlu mencoba motor Anda untuk menguji adakah kebocoran yang terjadi. Entah itu oli, bensin, maupun cairan lainnya.

 

  1. Cek Kondisi Oli

Kondisi oli motor yang berlebihan dapat membuat mesin menjadi lebih halus. Hal ini dapat menyembunyikan suara asli motor yang mungkin kasar atau berisik. Agar motor Anda selalu diperfroma terbaiknya, selalu gunakan oli motor dari Oli Top 1.

 

  1. Lakukan Test Ride Agak Lama

Melakukan test ride agak lama perlu dilakukan. Kalau perlu, Anda juga harus memboceng si pemilik. Lakukan test ride agak lama dan jauh. Hal ini sangat penting untuk mengukur ketahanan, presisi, fungsi kaki-kaki, rem, dan sebagainya.

 

Baca juga :

Teknologi Terbaik dari Pelumas TOP 1 

 

Gunakan Selalu Oli Top 1

Oli TOP 1 memiliki beragam jenis oli dan SAE untuk berbagai jenis motor. Oli TOP 1 secara resmi disetuji oleh berbagai pabrikan otomotif bergengsi sebagai oli standard pabrikan. Oli TOP 1 menghadirkan wawasan teknologi kelas dunia untuk produknya. Selain itu, TOP 1 juga menawarkan kepada Anda formulasi terbaik untuk kendaraan dengan zat aditif berkualitas tinggi untuk mencapai tingkat kinerja yang lebih tinggi.

Kunjungi tautan: http://www.top1.co.id/produk untuk melihat informasi dan teknologi yang terdapat di dalam produk-produk pelumas TOP 1.

Rekomendasi untuk kamu:

Newsletters