Senin, 15 April 2013

AHRS nyaris bangkrut!

Jika saja Asep Hendro benar-benar terlibat dalam penyuapan pegawai Ditjen Pajak, dapat dipastikan bisnis aksesori roda dua dengan merek AHRS (Asep Hendro Racing Sport), yang dirintisnya dari nol akan mengalami kebangkrutan.

Beberapa waktu lalu, mantan pebalap tahun 90-an ini dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga menyuap pegawai pajak, Pargono Riyadi sebesar Rp 125 juta.

Sejak Asep ditangkap, speedshop AHRS yang berada di Sukmajaya, Depok, hanya buka setengah hari. Dikarenakan para karyawannya masih bingung dengan kejadian ini.

Namun, hanya semalam saja Asep mendekam di kantor KPK di Kuningan, Jakarta. Esoknya, pria yang kerap disapa Juragan ini dibebaskan karena tidak terbukti melakukan suap. Menurut sumber di KPK, Asep Hendro adalah korban pemerasan Pargono Riyadi. Oknum pegawai pajak tersebut meminta uang Rp 600 juta, namun Asep hanya memberikan Rp 125 juta.

Bisnis aksesori AHRS dimulai Asep Hendro dengan modal uang tabungan dari hadiah balap. Diawali dengan membuat wearpark balap dan menjualnya langsung.

Saat ini, AHRS tak hanya memproduksi kostum atau apparel balap dan aksesorisnya saja, AHRS diperkuat dengan tim balap di roadrace dan motocross, serta didukung speedshop dan bengkel di Sukmajaya, Depok.

(kpl/tr/abe)

Rekomendasi untuk kamu:

Newsletters