Rabu, 24 April 2013

Aksesori dan spare parts handmade lokal

Tampilnya komponen kustom handmade Berkutat pada tiga hal; mengejar style yang diinginkan, harga lebih murah, dan waktu pengadaan komponen yang tidak lama dibanding harus impor. Kreativitas pun muncul dengan pesat. Tersedia versi paket hingga 'ketentuan, tertentu.

Gelora komponen atau aksesori handmade untuk customizing atau modifikasi motor di Tanah Air kembali bergairah. Sulitnya mencari aksesori sesuai gaya modifikasi, mahalnya harga aksesori impor dan waktu pengiriman lama, membuat kaum motorist penyuka custom atau modifikasi motor mencari alternatif kebutuhan tersebut.

Salah satu caranya, memberdayakan kemampuan sendiri, boleh dibilang tradisional dan konvensional untuk menghasilkan komponen atau aksesori sesuai keinginan.

Hal unik sekaligus menakjubkan, dibanding aksesori impor, proses pembuatan aksesori atau komponen handmade di Indonesia hanya mengandalkan peralatan sederhana, bahkan kalau boleh dibilang cenderung primitif. Hanya bermodalkan palu bulat, alas kenteng berupa balok kayu, penekuk plat sampai kompor pemanas plat, mewarnai hasil akhir aksesori handmade yang dibikin.

Bila dibandingkan, komponen stok yang diproduksi berdasarkan spesifikasi standar pabrikan, komponen handmade lebih fleksibel. Bisa dibuat sesuai pesanan maupun keinginan konsumen. Ide-ide liar bisa terwujud di motor. Ada kalanya, para pebengkel mencontoh Parts impor sejenis, lalu tertantang membuat sendiri. Peluang terakhir inilah yang dilihat para customizer.

Dengan mengacu tiga hal tersebut di atas, kendati kini banyak yang memasukkan aksesori impor dengan harga lebih miring, toh yang namanya aksesori handmade punya penggemar tersendiri.

"Sebenarnya kita punya kemampuan. Untuk memulainya itu yang kadang susah, butuh ketelatenan, ketelitian dan konsistensi," ujar Doddy Irhas, pemilik Dodi Chrome, spesialis pembuat komponen atau aksesori handmade moge dan chroming di Ciputat.

Pengrajin Aksesoris Handmade

Menurut Dodi, proses pembuatan aksesori handmade ini tidak sembarang dan harus tahu hitungannya dulu. "Tidak asal nge-las dan ngenteng. Desain mal dan kepiawaian tangan si pembuat menentukan hasil akhir," tambah Dodi.

Senada dengan Dodi, Joe Begundalz, pemilik Graha Motor Works di bilangan Duret Sawit, Jakarta Timur, juga memulainya dari keterbatasan komponen orisinal yang ada dan kepercayaan pelanggannya. "Kami memang pemain baru untuk pembuatan komponen handmade ini. Yang dimulai dari modifikasi Yamaha Scorpio Bobber, yang 80 persen komponennya adalah buatan sendiri," bangga Joe.

Artikel Terkait

Penuhi Kebutuhan Bikers, Polaris Resmikan Gerai Lebih Komplit

Helm Shoei Replika Marc Marquez 2013 Dijual Rp 11 Jutaan

Ban Motor Taiwan Optimistis Diterima Bikers

(kpl/tr/rd)

Rekomendasi untuk kamu:

Newsletters