Kamis, 12 Desember 2013

Cerita singkat soal gerakan I Wanna Get Home Safely

Berdasarkan data yang dikeluarkan Korlantas Polri, jumlah kecelakaan di Indonesia selama tahun 2012 mencapai 117.949 kasus. Angka tersebut meningkat 8% dari tahun 2011 yang hanya mencapai 109.776 kecelakaan. Pelaku kecelakaan lalu lintas terbanyak berasal dari usia produktif 26-30 tahun yakni mencapai 28% atau setara dengan 35.072 orang dari total pelaku kecelakaan di Indonesia pada tahun 2012.

Data dari Korlantas Polri juga menyebutkan bahwa penyebab kecelakaan yang terjadi selama tahun 2012 masih didominasi oleh pengendara roda dua yang mencapai 111.015 kasus atau mendominasi 64% dari total kendaraan bermotor yang terlibat dalam kecelakaan lalu lintas.

Melihat fenomena tersebut, Adira Insurance menggagas sebuah kegiatan corporate social responsibilities berupa kampanye menjaga keselamatan saat berada di jalan yang bernama 'I Wanna Get Home Safely!' (IWGHS). Sejak dilaksanakan tahun 2010 silam, gerakan ini didasari oleh makin meningkatnya kecelakaan lalu lintas di Indonesia, dimana 90% dari kecelakaan yang terjadi disebabkan karena kelalaian manusia.

Lambang resmi IWGHS

Sebelum memperkenalkan kampanye IWGHS pertama kali di tahun 2010 lalu, Adira Insurance telah melakukan pengamatan secara intensif terhadap tingkat kecelakaan di jalan raya yang sangat tinggi dan bahkan meningkat setiap tahunnya, yang dipicu antara lain oleh kurang sadarnya para pengguna jalan untuk berperilaku yang baik di jalan raya serta sistem tata kelola keselamatan di jalan raya yang kurang baik.

Memasuki usia tiga tahun kampanye tersebut telah mampu merangkul sebanyak 250.000 supporter yang ditandai dengan kesediaan masyarakat untuk menjaga keselamatan saat berada di jalan yang tertuang dalam Commitment Letter. Commitment Letter ini berisikan janji kepada orang yang dicintai atau dapat pula kepada diri sendiri bahwa kita akan berusaha untuk menjaga keselamatan saat berada di jalan.

Gelang IWGHS

Selain berkampanye, sejak tahun 2010, IWGHS juga ikut berkontribusi nyata membantu korban kecelakaan di jalan dengan memberikan donasi berupa 500 kaki palsu, tangan palsu, dan kursi roda yang sangat dibutuhkan untuk proses recovery korban cacat.

Untuk menggaungkan gerakan keselamatan di jalan raya ini, kampanye IWGHS berusaha untuk merangkul seluruh pihak terkait yang terdiri dari pengambil keputusan, praktisi dan pakar road safety management agar apa yang telah dimulai dapat terus berjalan mulus dan melangkah maju berkat dukungan seluruh pihak. Untuk mencapai tujuan terbentuknya masyarakat yang sadar akan keselamatan di jalan tentunya membutuhkan kerja keras, keseriusan, dan kerjasama antar pihak terkait.

kurangi kecelakaan dengan safety riding

Untuk meminimalisir tingkat kecelakaan pengendara sepeda motor dan mobil, IWGHS terus menggalakkan kampanye keselamatannya bersama-sama dengan berbagai komunitas motor dan mobil. Selain itu, IWGHS juga telah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung kampanye keselamatan di jalan yang dilakukan melalui partisipasi dalam berbagai seminar, serta melakukan berbagai kampanye tertib lalu lintas bersama Korlantas Polri. Kampanye ini akan terus dilaksanakan agar dapat meminimalisir tingkat kecelakaan di jalan.

IWGHS juga memperoleh rekor MURI pada tahun 2010 sebagai peraih supporter terbanyak dalam Road Safety Campaign. Selain itu, IWGHS juga mendapatkan penghargaan dari Dompet Dhuafa selama dua tahun berturut-turut dalam kategori Top CSR in Safety Riding Campaign pada acara Penghargaan Charta Peduli Indonesia tahun 2011 dan 2012. Pada tahun 2013, IWGHS juga mendapatkan penghargaan dari Korlantas Polri sebagai Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas.

(kpl/nzr/sno)

Rekomendasi untuk kamu:

Newsletters