Selasa, 16 April 2013

Davy J. Tuilan: bukan over spec tapi over value

Kehadiran Suzuki Ertiga memang membuat fenomenal. Sejak diluncurkan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) setahun yang lalu, produk ini langsung menarik hati konsumen di Indonesia. Bagaimana tidak, sebelum diluncurkan, produk di segmen low MPV ini menawarkan berbagai fasilitas dan fitur-fitur yang tidak pernah dimiliki low MPV merek lain.

Dengan interior kabin yang luas, dibantu konfigurasi kursi penumpang yang dapat disetel menambah nyaman dan terkesan lapang khususnya bagi penumpang di kursi baris ketiga. Kemewahan lainnya sekaligus peranti keselamatan bagi pengemudi dan penumpangnya, Ertiga dilengkapi Dua SRS Airbag.

Kelebihan Ertiga lainnya adalah ABS, EBD dan BA yang ada pada sistem pengereman. Dengan ketiga sistem ini, Ertiga lebih unggul dibanding Daihatsu Xenia yang sistem pengeremannya masih konvensional dan Toyota Avanza yang hanya punya ABS.

Dengan berbagai kelebihannya, pasar Suzuki Ertiga di Tanah Air tak terkendali. Bahkan, penjualan Ertiga berhasil ungguli Daihatsu Xenia. Beberapa pabrikan yang mempunyai produk di segmen low MPV pun mulai dibuat 'gerah' dengan 'booming' Ertiga. Beberapa pesaing pun menyebut Suzuki Ertiga sebagai over spec.

"Perlu dikoreksi, ini bukan over spec tapi over value. Jadi, dengan spek yang jauh lebih baik dibanding kompetitor, Suzuki Ertiga bisa dijual dengan harga yang kompetitif. Nilai yang diberikan kepada customer jauh lebih besar daripada yang mereka bayar. Itulah kunci sukses Suzuki Ertiga hingga saat ini," tutur Davy J. Tuilan, 4W Marketing & DND Director SIS.

(kpl/tr/abe)

Rekomendasi untuk kamu:

Newsletters