Selasa, 4 Januari 2011

Gas CO Pembunuh Siluman

Karbon monoksida memiliki kekuatan dahsyat untuk mengikat hemoglobin (Hb) sehingga kadar oksigen (O2) di dalam darah menjadi berkurang drastis. Di Amerika Serikat, penyumbang karbon monoksida (CO) terbesar adalah kendaraan bermotor. Sebelum membahas mengenai keracunan CO, kita perlu mengetahui dari mana asal gas ini. Karbon monoksida dihasilkan oleh pembakaran yang tidak sempurna di dalam mesin yang menggunakan bahan bakar fosil. Dalam kasus ini, gas CO dihasilkan oleh mesin mobil, terutama yang berbahan bakar bensin. Bagaimana gas beracun ini dapat membunuh? Ia harus berada di dalam area tertutup sehingga kepekatan emisi gas buang menjadi begitu tinggi. “Sifatnya yang tak berbau dan berwarna membuat gas CO sulit terdeteksi keberadaannya. Hanya pengaruh fisik yang dapat dirasakan seseorang yang keracunan CO. Bila orang ini tidak peka terhadap kehadiran karbon monoksida, keracunan bisa berdampak pada kematian akibat gagal bernapas,” urai Dr. Mukhtar Ikhsan, SpP(K), MARS. Saat terhirup oleh pengendara mobil memalui saluran pernapasan, gas CO akan memasuki paru-paru dan terbawa ke dalam darah. Kekuatan ikatan CO terhadap hemoglobin di dalam darah mencapai 230 kali lebih kuat dari oksigen (O2). Alhasil, jumlah O2 di dalam darah menjadi menurun drastis. Dan bila kadar CO mencapai 60% di dalam darah, maka orang akan mengalami gagal pernapasan. “Yang dimaksud dengan gagal pernapasan adalah tubuh tidak bisa dengan kemampuan sendiri menghirup oksigen (O2). Jadi bila ingin menolong korban keracunan CO, tindakan pertolongan pertama adalah dengan memberikan bantuan pernapasan setelah korban dikeluarkan dari kabin mobil,” ujar Dr. Mukhtar. Intinya, korban perlu mendapat tambahan oksigen sebanyak mungkin di dalam darah. Sebagai langkah preventif, kabin mobil perlu dibuka saat mobil di parkir dalam keadaan mesin bekerja. Hal ini membuat udara sekitar dapat membaur dengan emisi CO yang timbul dari pembakaran mesin sehingga kepekatannya tak mempengaruhi tubuh manusia. Tabel kadar COHb di dalam darah

KADAR CO/Hb (% total) 0-10 10-20 20-30 30-40 40-50 50-60 >70 GEJALA Biasanya tak ada gejala fisik Sakit kepala ringan, sesak napas Sakit kepala, konsentrasi menurun Sakit kepala hebat, gangguan berpikir Mulai kehilangan kesadaran, tubuh lemas Gagal pernapasan Koma, dan secara cepat berakibat fatal
Facts in number
  • Sel tubuh manusia akan berhenti bekerja jika tidak menerima pasokan oksigen (O2) lebih dari 8 menit.
  • Di AS, kadar CO antara 0,4%-0,5% digunakan pada sistem kemasan daging segar.
Penulis : Dhany Ekasaputra Sumber: http://www.autobildindonesia.com/read/2010/09/22/574/17/6/Pembunuh-Siluman

Rekomendasi untuk kamu:

Newsletters