Jumat, 15 Februari 2013

Jokowi targetkan 3 jalur layang busway selesai dalam dua tahun

Otosia.com - Dalam dua tahun ke depan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengebut pembangunan busway layang untuk tiga koridor Transjakarta, yakni koridor XIII Ciledug-Blok M, koridor XIV Kalimalang-Blok M, dan koridor XV Depok-Manggarai. Dengan tambahan koridor itu, maka dapat mewujudkan 15 koridor bus Transjakarta.

Tiga koridor itu sengaja dibangun layang (elevated) mengingat kapasitas jalan ketiga rute tersebut tidak memungkinkan lagi untuk jalur khusus bus Transjakarta. "Dua tahun ini selesai," kata Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) di Balai Kota Jakarta, Jumat (15/2).

Jokowi mengatakan, ketiga jalur layang ini diperuntukkan bagi bus Transjakarta, sedangkan kendaraan lain dilarang menggunakan jalur tersebut. Hal ini bertujuan menjaga ketepatan waktu tempuh sehingga penumpang bisa mendapatkan kepastian. "Hanya untuk busway, tidak mix traffic," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan pembangunan koridor bus layang menyerap anggaran lebih tinggi. Sebab, pembangunan infrastrukturnya harus dibuat jalan layang tersendiri.

"Iya pasti lebih mahal, karena kita harus membangun jalan layang. Kalau 12 koridor lainnya menggunakan jalan yang sudah ada," ujar Pristono.

Anggaran yang dialokasikan untuk ketiga koridor busway layang tersebut mencapai Rp 1,4 triliun, di mana dalam waktu dekat akan dibuatkan detail engineering design (DED). Prioritas pembangunan tersebut yakni rute Ciledug-Blok M.

"Kita sedang buat DED-nya. Kalau ketiga koridor ini selesai dibangun lengkap 15 koridor, maka akan melengkapi pola transportasi makro," terangnya.

Dia menjelaskan jalur layang untuk Ciledug-Blok M akan dibangun sepanjang tiga kilometer, dari Pakubuwono hingga Ciledug. Sementara itu, untuk meningkatkan jumlah penumpang, Dishub DKI Jakarta akan menambah 450 bus baru, 150 bus gandeng dan 300 bus tunggal. (mdk/nur/has)

Newsletters