Sabtu, 29 Desember 2012

Konsumtif Indonesia berdampak pada penjualan mobil

Banyak yang setuju dan tidak bahwa pertumbuhan pasar mobil di Indonesia juga akan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi Eropa dan Amerika Serikat yang sekarang sedang mengalami masalah.

Mereka yang setuju melihat bahwa sedikit-banyak ada pengaruh walau dalam hitungan yang tidak signifikan. Presiden Direktur PT Mazda Motor Indonesia Keizo Okue dalam suatu kesempatan menilai hal itu tergantung pemulihan.

"Jika krisis (di Eropa dan Amerika Serikat) pulih, maka akan semakin bagus. Jika buruk, maka tergantung situasinya nanti," ujar Keizo Okue.

Penjualan Mazda di Indonesia sendiri menurutnya terbantu oleh tingginya daya beli di Tanah Air. Ia khawatir jika konsumsi publik Indonesia turun, maka ekonomi akan turun dan pada akhirnya berdampak pada penjualan mobil.

Dampak krisis di Eropa sendiri sebelumnya dinilai berdampak pula ke Indonesia. Hal tersebut terasa pada penjualan mobil yang mengalami perlambatan dalam tiga bulan terakhir tahun ini.

"Penjualan Oktober-Desember menunjukkan perlambatan. Efek domino dari berbagai hal," ungkap Ketua Gaikindo Johnny Darmawan di Jakarta.

Penurunan ini sendiri diakuinya mulai terasa sejak September. Meski demikian, market tetap meningkat karena kemunculan brand-brand baru yang terbilang agresif.

Ford Motor Company sebagai contoh segera menghentikan perakitan pada pabrik mereka di Genk, Belgia, mulai akhir 2014. Kondisi yang merupakan dampak dari kondisi ekonomi Eropa ini membuat produksi model Mondeo dialihkan ke Valencia, Spanyol.

Ford pun memperkirakan bahwa pihaknya akan mengalami kerugian sampai 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 9,6 triliun pada tahun ini. Angka ini menunjukkan penurunan terbesar selama 19 tahun terakhir. Ford juga berniat menutup pabrik di Southampton, Inggris.

(kpl/why/abe)

Rekomendasi untuk kamu:

Newsletters