Selasa, 1 November 2011

Motor Paddock Simoncelli Penuh Kenangan

Tewasnya rider Tim San Carlo Honda Gresini, Marco Simoncelli, masih meninggalkan duka yang dalam bagi dunia MotoGP. Gelaran balap motor kasta tertinggi di dunia itu kembali harus kehilangan salah satu rider favoritnya akibat kecelakaan horor di Sirkuit Sepang, beberapa waktu lalu. Berbagai macam bentuk penghormatan pun dilakukan. Bahkan, pasca tewasnya pembalap yang berjuluk “Supersic” ini, replika helm Simoncelli laku keras di pasaran. Tapi, bagi seorang pembalap MotoGP, bukan hanya motor tempurnya saja yang penting, tapi juga motor paddock yang selalu mengantarkannya ketika sedang istirahat. Begitupun Marco Simoncelli, yang memiliki Gilera Runner 50 SP Simoncelli sebagai motor paddock yang selalu mengantarkannya kemanapun di area sirkuit. Seperti yang dilansir dari beberapa sumber, motor ini khusus diproduksi Metis Gilera saat ia berjaya di kelas 250cc pada 2008. Desainnya pun dibuat mirip dengan tunggangan utamanya yakni, RC212 yang bernomor “58”. Sejak diproduksi khusus, maka wajar jika motor matic ini jumlahnya sangat terbatas dan salah satunya menjadi miliki rider asal Italia ini. Sebagai catatan, Runner SP 50 merupakan motor skuter lansiran 2010 dengan mesin silinder tunggal 2-tak. Skuter ini ditunjang oleh transmisi otomatis dengan kopling sentrifugal. Sistem pengapiannya pun berasal dari CDI. Tenaga yang dihasilkan oleh mesin pada skuter matik ini hanya 5,4 hp dengan torsi 4,60Nm pada 6.250rpm. Motor ini juga dilengkapi oleh sistem pendingin cair dan pengabutan bahan bakarnya mengandalkan karburator. Selain itu, motor matik yang didominasi warna merah dan putih ini dipersenjatai oleh sistem suspensi up-side down pada bagian depan, sedangkan di bagian belakang mengandalkan suspensi hidrolik. Motor yang bergaya single seater ini dibanderol seharga Rp 27 jutaan. Dan sejak ditinggal Simoncelli, motor ini tinggal kenangan manis yang akan menjadi media mengenang pembalap yang penuh senyum ini.

Rekomendasi untuk kamu:

Newsletters