Rabu, 2 Januari 2013

Musim hujan itu bikin makmur!

Selain faktor cuaca, populasi kendaraan bermotor berperan menyuburkan usaha pencucian. Dalam satu bulan, sedikitnya sekitar Rp 10 juta didapat dari sektor ini. Jumlah keuntungan ini bisa diperoleh lebih besar lagi bila tempat usahanya lebih besar dan didukung layanan ekstra.

Misalnya yang dilakukan Togap Silitonga. Usaha cuci motor dan mobilnya di daerah Kayuringin, Bekasi Selatan ini memanfaatkan lahan cukup luas dan mampu menampung 12 motor dan 5 mobil sekaligus.

Dengan kapasitas sebesar itu, 12 karyawannya mampu mengilapkan 30 unit motor dan 10 mobil dalam sehari. Bila setiap motor memperoleh layanan standar bertarif Rp 7.000 untuk motor dan Rp. 15.000 untuk mobil, sedikitnya Togap mengumpulkan uang sebesar Rp 10 juta per bulan.

Jumlah uang yang diraup semakin besar bila pelanggannya minta layanan ekstra. Karena, tempat cucian yang dikelola Togap ini menyediakan beragam layanan ekstra. Antara lain, cuci steam air panas, penggunaan shampoo khusus dan lain-lain. Untuk layanan ekstra ini, setiap pelanggan kucurkan tambahan dana sedikitnya Rp 3.000.

Layanan ekstra ini menjadi kekuatan bisnis pencucuian kendaraan bermotor yang dijalankan Yan Gendut. Dimana ia mahasiswa teknik komputer yang mengelola pencucian motor di Pondok Melati, Jatiwarna, Bekasi. Untuk menarik pelanggannya, Yan menawarkan layanan ekstra dalam bentuk semir ban dan poles bodi.

Untuk memenangkan persaingan bisnis ini, para pelakunya tidak hanya menyodorkan strategi. Antara lain, memberi diskon kepada pelanggannya yang rutin berkunjung. Dengan strategi tambahannya ini, Yusman berhasil mengeruk tambahan hingga Rp 3 juta per bulan. "Dari hasil bisnis cuci motor ini, saya bisa melanjutkan kuliah tanpa minta biaya dari orangtua," tukas Yan.

(kpl/tr/vin)

Rekomendasi untuk kamu:

Newsletters