Jumat, 22 Februari 2013

Pajak Industri Motor dan Pendukungnya Puluhan Triliin Setahun

Kontribusi industri sepeda motor terhadap pembangunan negeri ini tentu tidak dapat dipisahkan. Sebab potensi pasar sepeda motor di Indonesia masih terbuka lebar dan menduduki posisi ketiga terbesar di dunia setelah China dan India.

Karena itu Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI) bertekad untuk terus melakukan inovasi produk. Serta mengembangkan layanan yang terbaik untuk konsumen sehingga pasar sepeda motor dapat terus tumbuh di masa mendatang.

“Jika pasar berkembang, tidak hanya jumlah tenaga kerja saja yang akan meningkat. Jumlah pajak yang diperoleh negara dari industri ini juga akan meningkat,” kata Gunadi Sindhuwinata, Ketua Umum AISI.

Menurut Gunadi, dari PPN penjualan motor baru, setidaknya pemerintah bisa mendapatkan setoran pajak Rp 7,5 triliun per tahun. Jumlah ini dipastikan akan meningkat jika ditambahkan dengan setoran pajak lain seperti misalnya PPh 21 untuk income tenaga kerja, PPh 25 untuk profit perusahaan dan BBNKB.

Jumlah tersebut pasti akan melonjak jika ditambah dengan pajak STNK motor-motor bekas yang setiap tahun juga harus bayar pajak.

"Nilai pajak yang disetorkan industri sepeda motor dan pendukungnya bisa puluhan triliun, yang sebagian juga menjadi pendapatan pemerintah daerah. Karena itu, sebagai pelaku industri, kami sangat berharap iklim bisnis tetap kondusif dan pemerintah terus mendukung industri ini dengan kebijakan-kebijakan yang mendorong pertumbuhan di sektor ini," tandas Gunadi.

Selama 42 tahun berdiri, produsen motor yang tergabung dalam AISI sudah memproduksi sekitar 75 juta unit. Saat ini jumlah populasi sepeda motor yang dapat dipergunakan sebagai alat transportasi praktis penunjang aktivitas sehari-hari masyarakat sekitar 60 juta unit.

Menurut Gunadi keberadaan industri sepeda motor memiliki peran sangat penting dalam membantu menggerakkan roda perekonomian. Hampir semua lapisan masyarakat membutuhkan sepeda motor sebagai sarana transportasi produktif, efektif dan efisien dalam bekerja dan beraktivitas sehari –hari karena dinilai lebih praktis dan ekonomis di tengah sarana transportasi publik yang belum memadai.

Dalam konteks pertumbuhan ekonomi, lanjutnya, industri sepeda motor telah mampu menyerap jutaan tenaga kerja, baik langsung maupun tidak langsung. Yang mana jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun, sejalan dengan kenaikan permintaan sepeda motor baru.

Jumlah mereka tidak kurang dari 2 juta orang. Mereka bekerja di enam produsen motor anggota AISI, baik pemasok komponen maupun industri pembiayaan dan sub-contractor dari hulu hingga ke hilir.(kpl/nzr/vin)

Sumber: Otosia.com

http://top1.co.id/wp-content/uploads//2013/02/otosia_0000406805.jpg

Rekomendasi untuk kamu:

Newsletters