Sabtu, 8 Februari 2014

Prospek Ferrari di Indonesia? tergantung regulasi PPnBM

Pasar mobil mewah seperti halnya Ferrari menunjukkan pertumbuhan yang stabil mengingat ada saja miliarder yang berebut untuk memenuhi daftar tunggu penjualan mobil supercar asal Italia ini.

Namun tidak bisa ditampik bahwa Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) siap berlaku dengan kenaikan maksimal 200 persen. Hal ini akan membuat harga mobil yang sudah mahal itu akan semakin mahal lagi. Lantas bagaimana prospeknya di Indonesia?

"Ferrari, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga dunia, hadir dalam jumlah yang terbatas. Mengenai prospek Ferrari di Indonesia pada masa mendatang, ini juga tergantung dari regulasi, dan regulasi diatur oleh pemerintah. Jadi tergantung pemerintah soal kendaraan mewah," ungkap Iuseppe Cattaneo, Managing Director Far East at Ferrari di sela-sela peluncuran Ferrari 458 Speciale di Jakarta belum lama berselang.

Dia menambahkan bahwa hingga saat ini, pasar Asia cukup menjanjikan walaupun seperti diketahui mobil ini dijual dalam jumlah terbatas. Indonesia sendiri disebut sebagai negara yang memiliki reputasi tinggi.

"Saat ini kami membidik Asia. Jepang, Cina, dan Indonesia adalah salah satu negara yang punya reputasi tinggi untuk tumbuh," ujarnya.

(kpl/why/rd)

Rekomendasi untuk kamu:

Newsletters