Senin, 1 April 2013

RSA Indonesia ikut pertemuan pegiat keselamatan Global

Indonesia patut bangga karena Road Safety Association (RSA) dalam negeri turut berpartisipasi dalam pertemuan para pegiat keselamatan jalan (road safety) global di Turki, 4-5 April mendatang. Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) dari 80 negara bakal menghadiri pertemuan tersebut.

"Pertemuan di Turki merupakan penggalangan solidaritas global, merajut jaringan dan memperkuat upaya saling dukung," ujar Edo Rusyanto, ketua umum Road Safety Association (RSA), di Jakarta, Minggu (31/3/2013).

Pertemuan di Turki merupakan lanjutan pertemuan para LSM keselamatan jalan di Washington DC, Amerika Serikat tahun 2011 lalu. Ketika itu, pertemuan difasilitasi Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).

Untuk menghadiri pertemuan di Turki, RSA Indonesia mengutus Rio Octaviano, Badan Pengawas RSA. Rio yang juga mantan ketua umum RSA itu, hadir dalam pertemuan di Washington.

"Bagi RSA, jaringan global merupakan aspek penting untuk berbagi pengalaman dan mempertajam gerakan keselamatan jalan di Indonesia," kata Edo.

Aksi kesalamatan dan kemanan berkendara RSA di Indonesia

LSM menjadi pilar penting dalam meningkatkan kesadaran berkendara yang aman dan selamat. Gerakan penyadaran berkendara yang aman dan selamat juga dibarengi desakan kepada pemangku kepentingan keselamatan jalan agar lebih serius melindungi warga negara di jalan raya.

Isu kecelakaan lalu lintas jalan sudah menjadi isu global. WHO dalam laporan ‘Global Status Report on Road Safety 2013’ menyebutkan, kecelakaan lalu lintas jalan menelan 1,2 miliar jiwa manusia. Di Indonesia, pada 2012, setiap jam rata-rata tiga orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas jalan.

Aksi kesalamatan dan kemanan berkendara RSA di Indonesia

(kpl/nzr/rd)

Rekomendasi untuk kamu:

Newsletters