Senin, 14 Januari 2013

Selama 2012 MPV jadi tulang punggung penjualan Toyota

Selama tahun 2012 Toyota berhasil mencatat penjualan sebanyak 405.414 unit atau tumbuh 30,5 persen dibandingkan dengan 2011. Pencapaian ini diraih berkat pertumbuhan penjualan di semua segmen kendaraan.

Penjualan Toyota sepanjang tahun lalu ditutup dengan torehan 34.427 unit pada Desember 2012. Penjualan di bulan terakhir tahun lalu, meningkat 41,9 persen dibandingkan dengan penjualan Desember 2011, dengan total penjualan 26.076 unit.

Di tahun lalu, sumbangsih terbesar masih didominasi penjualan multi purpose vehicle (MPV). Segmen MPV yang diwakili Avanza, Kijang Innova, NAV1 dan Alphard, menguatkan posisinya sebagai tulang punggung penjualan. Sepanjang tahun lalu, segmen ini tumbuh 22,7 persen dengan total penjualan 266.705 unit.

Toyota sebagai market leader di segmen MPV nasional pun semakin kental dengan bertambahnya line up product, MPV High Toyota NAV1. Kendati baru diluncurkan pada pekan kedua Desember 2012, mobil ini membukukan penjualan 40 unit pada bulan pertama peluncurannya.

Di segmen SUV, Toyota mencatatkan pertumbuhan 43,9 persen pada 2012 dengan total penjualan 53.724 unit. Di segmen ini, Toyota Rush melanjutkan posisinya sebagai tulang punggung dengan total penjualan 34.033 unit.

Pertumbuhan terbesar dicapai segmen compact car, berkat salah satu line up andalan, Toyota Yaris. Di segmen ini, total penjualan Toyota tercatat sebanyak 27.811 unit atau tumbuh 69 persen dibandingkan dengan 2011 sebanyak 16.454 unit.

Segmen sedan juga mengalami pertumbuhan signifikan pada 2012, berkat line up product seperti Toyota Vios, Toyota Corolla, Toyota Camry, maupun Toyota 86. Segmen sedan membukukan pertumbuhan 47,9 persen dengan total penjualan 19.363 unit.

Secara total, penjualan Toyota di segmen kendaraan penumpang sepanjang tahun lalu tercatat sebanyak 369.195 unit atau tumbuh 29,4 persen dibandingkan dengan penjualan tahun sebelumnya yang mencapai 285.282 unit.

Badai kenaikan uang muka atau DP (down paymen) sempat dikhawatirkan bakal memukul penjualan Toyota. Namun hal itu terbukti hanya sesaat dan tidak memberi pengaruh besar dalam penjualan Toyota secara keseluruhan, terutama kendaraan penumpang.

“Tahun lalu merupakan salah satu tahun yang penuh tantangan bagi pasar otomotif nasional maupun Toyota. Ini karena adanya sejumlah faktor yang sempat dikhawatirkan dapat mempengaruhi laju pertumbuhan otomotif, seperti kebijakan terkait dengan down payment (DP) dan wacana pembatasan BBM,” tandas Johnny Darmawan, Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM).

(kpl/nzr/vin)

Rekomendasi untuk kamu:

Newsletters