Jumat, 4 November 2011

Sepang Enggan Disalahkan Atas Tewasnya Simoncelli

Sepang International Circuit (SIC) menjadi mimpi buruk bagi tim San Carlo Honda Gresini menyusul tewasnya rider andalan mereka, Marco Simoncelli. Di atas lintasan trek inilah “Supersic” meregang nyawa akibat tabrakan horor yang melibatkan Colin Edwards dan Valentino Rossi beberapa waktu lalu. Namun begitu, SIC menolak disalahkan atas tragedi menyedihkan dalam dunia olahraga balap. Menurut Datuk Mokhzani Mahathir, selaku Kepala SIC, pihaknya telah memenuhi segala aspek standar keselamatan dalam menggelar MotoGP. “Kami ingin menegaskan kembali bahwa semua persiapan dan langkah-langkah keselamatan untuk mengadakan perlombaan yang aman sesuai dengan persyaratan FIM, AAM, dan Dorna telah kami penuhi. Tapi, sifat inheren berbahaya dari olahraga motor ini tidak memungkinkan bagi kami untuk memberikan jaminan penuh,” ujar Datuk Mokhzani, dikutip pada laman crash.net, beberapa waktu lalu. Banyak kalangan, termasuk pembalap motor Ducati Valentino Rossi, menilai bahwa trek yang dibangun pada 1998 ini memiliki sejumlah kelemahan yang dianggap membahayakan pembalap. Sebelum balapan digelar, Rossi bahkan sempat mengaku SIC memiliki aspal yang licin sehingga ia tidak berakselerasi maksimal ketika di tikungan. Tapi, Datuk Mokhzani tidak sependapat dengan Rossi, menurutnya, walaupun menjadi tempat baru pada kalender MotoGP, SIC memiliki catatan keamanan yang baik jika dibandingkan dengan beberapa sirkuit yang lebih bersejarah. “SIC dirancang untuk menjadi sirkuit yang aman dan dikelola oleh tim staf yang berpengalaman untuk menangani event balap profesional. Kami bekerja dengan standar keamanan tertinggi dan kami akan memastikan standar-standar tersebut selalu terpenuhi di setiap balapan yang diadakan di sirkuit kami,” ujarnya. Meski begitu, SIC berjanji untuk meninjau dan memeriksa kembali titik-titik di lintasan trek yang dianggap membahayakan. Jika jika perlu, pihaknya siap mengubah tampilan sirkuit dan mengacu pada faktor utama keselamatan pembalap. Datuk Mokhzani juga memberikan pernyataan belasungkawa atas tewasnya Simoncelli. Menurutnya, pembalap berusia 24 tahun itu telah menunjukkan talenta luar biasa selama musim keduanya berkiprah di MotoGP. “Kami SIC merasa terhormat untuk memiliki Marco dengan keterampilannya yang mempesona. Untuk Marco, istirahatlah dengan damai. Kau akan selaku kami rindukan, Addio Supersic.”

Rekomendasi untuk kamu:

Newsletters