Rabu, 19 Februari 2014

Setiap tahun, Toyota butuh 2.000 teknisi

Berkembangnya dunia otomotif di Indonesia, membuat beberapa pabrikan kendaraan membutuhkan tenaga kerja di bidang teknik yang siap pakai. Salah satu produsen otomotif tersebut adalah PT Toyota Astra Motor.

"Setiap tahunnya, Toyota membutuhkan 2.000 teknisi. Oleh karena itu, kami berkomitmen terhadap pengembangan dunia pendidikan, khususnya bidang otomotif dengan mewujudkan Toyota-Technical Education Program (T-TEP), yang akan menghasilkan tenaga kerja yang siap pakai," ujar Johnny Darmawan saat penandatanganan MoU di SMKN 1 Cibinong, Jawa Barat, Selasa, 18 Februari 2014.

Toyota-Technical Education Program (T-TEP) merupakan institusi pendidikan yang dirancang Toyota Indonesia untuk sekolah kejuruan bidang otomotif (SMK). T-TEP pertama kali diimplementasikan di STM Negeri Pembangunan Jakarta (SMKN 26) dan BLPT Jakarta (BPPK 1 Pulogadung) pada 1991.

Penyelenggaraan T-TEP dilakukan melalui pemberian training teknologi pada instruktur SMK, penyesuaian kurikulum, pemberian kesempatan On the Job Training (OJT) bagi siswa dan instruktur, serta pendistribusian materi pelatihan dan alat-alat pengajaran.

Hingga saat ini, terdapat 57 institusi T-TEP yang tersebar di Indonesia. Dan, lebih dafi 5.000 siswa telah merasakan manfaat dari program tersebut dan telah direkrut oleh Toyota, maupun berkarya di perusahaan otomotif terkemuka lainnya.

(kpl/tr/sdi)

Rekomendasi untuk kamu:

Newsletters