Selasa, 15 Januari 2013

Sosialisasi 6 ruas tol, pihak PU minta maaf

Pihak Kementerian Pekerjaan Umum meminta maaf terkait sosialisasi terkait pembangunan enam ruas tol di DKI Jakarta. Mereka mengakui bahwa informasi ini sudah diedarkan, walaupun terbatas di konferensi-konferensi dan dua media massa.

"Pelelangan ini sejak September 2011. Sosialisasi memang terbatas di konferensi-konferensi, juga di PU.co.id. Mohon maaf jika apa yang kami sampaikan tidak sampai ke pelosok-pelosok," ujar perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dalam rapat dengar pendapat uji publik pembangunan 6 ruas tol di Balaikota DKI Jakarta.

Dalam paparannya, banyak pertimbangan terkait proyek pembangunan tersebut.

"Kita memang merencanakan periode untuk financial closed. Bisa beroperasi 2020, memang cukup lama. Mudah-mudahan semua fasilitas, koridor busway, MRT sudah terlaksana di saat itu," tambahnya merujuk pada pertimbangan bahwa proyek 6 ruas tol yang terintegrasi dengan angkutan umum ini tidak akan menimbulkan masalah.

Tekanan publik dan sejumlah pengamat terhadap rencana pembangunan enam ruas tol di DKI Jakarta kian menjadi dalam rapat dengar pendapat uji publik yang digelar di Balaikota DKI itu. Langkah integrasi antara jalur angkutan dan tol dinilai dipaksakan dan lebih jauh menunjukkan agenda bisnis untuk memuluskan jalannya pembangunan enam ruas tol tersebut.

"Integrasi jalan tol dan angkutan umum belum ada di negara lain. Ini sangat dipaksakan. Bisa dibayangkan, beberapa angkutan berhenti di satu stasiun (yang ada di tol), lalu timbul kemacetan. Dalam pandangan saya, ini sebenarnya jalan tol biasa saja yang dikemas lebih menarik," ungkap salah satu peserta rapat uji publik.

(kpl/why/bun)

Rekomendasi untuk kamu: