Jumat, 25 Januari 2013

Standar Euro 2 bakal pengaruhi penjualan mobil

Walau terbukti kebal terhadap berbagai macam isu dan persoalan termasuk kenaikan DP yang diikuti dengan kredit Syariah, isu-isu baru tetap menjadi pengganjal dalam penjualan mobil di tahun 2013 ini.

Setelah tahun lalu penjualan mobil di Tanah Air masuk pada angka 1,116 juta unit, tahun ini pun angkanya diprediksi tidak jauh berbeda. Selain karena kenaikan upah pekerja, standar emisi Euro 2 pun diperkirakan akan mempengaruhi penjualan.

"Prediksi 2013, penjualan masih sama. Regulasi pemakaian bahan bakar standar Euro 2 juga turut mempengaruhi," ungkap Chairman I Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto, terkait prediksi otomotif nasional di tahun baru ini.

Sebelumnya, Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup menyebut bahwa saat ini Indonesia masih menerapkan standar emisi Euro 2. Standar itu sendiri sudah diberlakukan sejak 1 Januari 2005.

Diwacanakan pula bahwa untuk sepeda motor, regulasi yang paling mutakhir adalah Euro 3. Walau dinilai bisa menurunkan angka penjualan karena butuh pemutakhiran, alasan ini pula memiliki sisi lain yang menguntungkan karena industri sepeda motor akan memberikan banyak keuntungan.

Beberapa keuntungan tersebut seperti mendapatkan kepastian mengenai regulasi di masa mendatang, plus memunculkan pengembangan komponen baru, sehingga akan memunculkan pengembangan industri dan investasi baru, yang sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Sebelumnya diprediksi bahwa penjualan mobil di tahun 2013 diprediksi akan tidak jauh dari raihan penjualan pada tahun sebelumnya yang mencapai 1,116 juta unit. Prediksi ini berangkat dari tradisi kenaikan upah pekerja yang antara lain teregulasi dalam UMP atau upah minimum

provinsi. Kenaikan upah tersebut akan membuat ongkos produksi meningkat dan berimbas pada naiknya harga kendaraan bermotor.

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi sendiri masih menangguhkan kenaikan UMP 47 perusahaan dari total 941 perusahaan yang mengajukan penundaan UMP tahun ini. Meski demikian, Toyota sudah menginformasikan bahwa mereka akan menaikkan harga mobil.

Dalam keterangannya, Toyota di tahun ini memprediksi kenaikan harga mobil-mobilnya karena kenaikan harga beberapa material bahan dasar mobil. Kenaikan itu juga dilakukan mengingat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika terus melemah.

(kpl/nzr/bun)

Rekomendasi untuk kamu:

Newsletters