Kamis, 3 Januari 2013

Tahun baru, harga OTR sepeda motor pun 'baru'

Tahun baru 2013 disambut dengan kabar tentang wacana kenaikan harga on-the road sepeda motor baru, mengikuti kenaikan Pajak Bea Balik Nama (BBN) rata-rata menjadi 10 - 15 persen awal tahun ini. Alhasil, harga on the-road sepeda motor bakal naik antara Rp. 500.000 hingga Rp 2 jutaan.

Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Bidang Komersial, Sigit Kumala, Rabu (2/1) malam, mengatakan bahwa keputusan kenaikan besaran BBN itu tengah digodok.

Dijelaskan Sigit, dari seluruh provinsi di Indonesia baru Jawa Timur (Jatim) yang sudah memastikan kenaikan BBN 17,5 persen pada tahun ini. Kebijakan itu membuat para pelaku bisnis sepeda motor merasa 'ketar-ketir', karena dinilai akan menekan penjualan di provinsi terbesar kedua di Indonesia itu.

Ditambah lagi dengan lembaga pembiayaan syariah yang mulai Januari ini menaikkan uang pangkal (DP) minimal 20 persen. Dengan dua faktor tersebut, daya beli (pasar) akan terpukul.

Sementara itu, agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor nasional mengatakan masih punya kesempatan mendongkrak penjualan pada kuartal pertama tahun ini, sebelum Bank Indonesia menerapkan kewajiban uang pangkal (DP) kredit pada lembaga pembiayaan (leasing) syariah minimum 30 persen.

Sigit menegaskan, kenaikan harga sepeda motor tidak bisa dihindari bukan karena beban tambahan dari BBN baru. Faktor lain adalah upah minimum pegawai (UMP) naik 30 persen menjadi Rp. 2,2 juta, menyebabkan biaya produksi bertambah. Lainnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) yang semakin melemah.

(kpl/bun)

Rekomendasi untuk kamu:

Newsletters