Senin, 3 Maret 2014

Uji benturan helm SNI pakai 'bola'

Logo SNI pada sejumlah produk yang dipasarkan di Indonesia, termasuk helm, disebut melalui sejumlah pengujian dalam proses standardisasi. Helm akan diuji di beberapa bagian dengan sisi-sisi yang sudah ditentukan.

Tatap Firdaus, Supervisor Marketing PT Putra Prima Glossia selaku pemegang merek Cargloss AHRS, mengatakan bahwa plastik batok helm adalah salah satunya.

"Untuk batok atau shell, itu yang diuji ada beberapa titik. Untuk uji impact sendiri itu ada lima titik yang diuji, yaitu depan, belakang, samping kanan kiri, dan atas," ungkapnya.

Pengujian termasuk pada simulasi benturan atau uji 'impact'. Pengujian digeneralkan pada dua macam medan atau permukaan, yakni benda tumpul dan benda datar. Pengujian terhadap benturan benda tumpul dilakukan dengan menggunakan 'bola'.

"Kalau uji impact, itu ketika terjadi kecelakaan, itu terjadi benturan benda datar atau benda tumpul. Simulasinya, di landasan ada yang seperti bola, dan bagian datar itu untuk benturan ke benda-benda datar," paparnya.

Dalam pengujian ini, bahan baku helm akan teruji, apakah hasil plastik cor baru dengan konstruksi yang kokoh, atau berdasarkan plastik daur ulang yang kurang mumpuni.

(kpl/why/rd)

Rekomendasi untuk kamu:

Newsletters