Rabu, 12 Februari 2014

Waspada! kualitas batok plastik helm SNI palsu

AHRS, salah satu produsen dalam negeri yang juga menjual helm SNI, mewanti-wanti tentang kualitas plastik di helm SNI palsu. Sejumlah perbedaan pun dibeberkan, terutama dari segi daya tahan dan proses pembuatan plastik helm tersebut.

"Ada beberapa bagian yang dites, ada beberapa bagian yang sebagai aksesori. Shell atau dikenal dengan batok, dari bahan plastik ABS. Ini yang menentukan dari shell tersebut," ujar Tatap Firdaus, Supervisor Marketing PT Putra Prima Glossia selaku pemegang merek Cargloss AHRS.

Menurutnya, bahan plastik helm SNI yang palsu menggunakan bahan plastik daur ulang. Plastik tersebut diinjeksi dengan bahan dasar plastik-plastik bekas.

"Ini antara lain dari bahan ricycle, dari plastik yang sudah bekas, tapi ricycle lagi menjadi bijih plastik. Ini ternyata tidak lulus SNI. Kami coba ricycle dari bahan orisinal, inject, tetap hasilnya tidak lulus. Apalagi yang berbahan akhiran 's', seperi ember bekas, bak bekas, itu yang di pasaran dijual Rp 35.000, SNI (logo-logoan)," ujarnya.

Salah satu pembeda di luar kualitas plastik, apakah itu helm berlogo SNI asli atau palsu, bisa juga dilihat pada material styrofoam pada bagian dalam. Bagian itu tidak boleh terlampau keras juga tidak boleh terlalu lembut. Jika terlalu keras, maka akan menghantarkan benturan dengan mudah dan mengakibatkan cedera kepala.

(kpl/nzr/rd)

Rekomendasi untuk kamu:

Newsletters