Selasa, 24 Juli 2018

Tips Merawat Motor Matic Injeksi, Penting nih Buat Kamu!

Pemilihan sepeda motor matik bagi motor harian memanglah sangat tepat. Motor matik bisa dikatakan memiliki sistem porsneling yang lebih sederhana. Jika Anda terjebak kemacetan, Anda juga tidak perlu repot-repot mengganti gigi dan memegang handle kopling. Selain itu, motor matik juga cocok bagi Anda yang ingin belajar motor. Motor matik notabene lebih mudah digunakan dibandingkan dengan jenis motor lain.

Semakin canggih dunia teknologi, semakin canggih pula sistem mesin pada motor matik. Beberapa tahun belakang ini, sistem motor injeksi sangat populer di kalangan pengguna motor di Indonesia. Pengalihan dari motor matik karburator ke motor matik injeksi juga berlandaskan dengan kelebihannya.

Sistem motor matik memiliki teknologi mutakhir yang bisa memproses pembakaran bahan bakar jadi lebih parupurna Adalah AFR (Air Fuel Ratio) yang menghasilkan pembakaran motor injeksi lebih sempurna karena sistem tersebut dapat menyesuaikan kebutuhan motor saat terjadi perubahan suhu.

Hal ini berguna sekali untuk menjadikan mesin awet dan berumur panjang. Selain itu, konsumsi bahan bakar bisa lebih awet. Selain itu, Anda juga tidak perlu susah dalam melakukan servis rutin di bengkel karena sistem injeksi memiliki alat sendiri.

Selain banyak kelebihan, motor matik injeksi juga memiliki beberapa kelemahan. Tidak banyak bengkel pinggiran jalan menerima servis injeksi; Injektor dan alat pendukung injektor yang mahal jika sistem injeksi motor Anda rusak; injeksi memiliki sensitivitas terhadap perangkat kelistrikan. Oleh karena itu demi menjaga performa motor matik injeksi, Anda juga perlu merawatnya secara benar.

Berikut ini tips dalam merawat motor matik injeksi kesayangan Anda:

 

  1. Memanaskan Mesin Motor Sebelum Digunakan

Walaupun motor Anda matik, ternyata memanaskan mesin itu perlu dilakukan. Hal ini bertujuan agar proses pembakaran di dalam mesin bisa sempurna sebelum digunakan. Pemanasan juga bertujuan agar oli mesin dapat melumasi seluruh bagian mesin motor. Yang terpenting, temperatur mesin motor menjadi tetap stabil.

Anda hanya perlu memanaskan mesin motor antara 5-10 menit saja. Sebelum dinyalakan, Anda lakukan engkol kick starter berulang-ulang. Hal ini dipercaya berguna untuk membagi oli dalam mesin tadi.

 

Baca Juga :

Tips Membeli Motor Bekas, Kamu Wajib Tahu!

 

  1. Mengecek Ketersedian Bahan Bakar

Tangki bahan bakar juga selalu diperiksa setiap Anda ingin menggunakan motor matik injeksi Anda. Jangan biarkan tangki bahan bakara Anda dalam kondisi kosong. Selain menyebabkan mogok, kekosangan tangki bahan bakar dapat menyebabkan masalah lain, seperti korosi yang bisa membuat tangki Anda bocor.

Isi bahan bakar sesuai standard oktan yang direkomendasikan oleh dunia internasional serta mengikuti teknologi motor matik injeksi Anda. Biasakan selalu mengisi di SPBU resmi agar terhindar dari bahan bakar oplosan.

 

  1. Memeriksa Kondisi V-Belt dan Roller

Komponen ini merupakan bagian penting untuk menggerakan motor. V-belt dan roller menjadi komponen yang rentan sekali dengan kerusakaan dan juga kotor serta harus dalam ruang transmisinya.

Ini harus diperiksa secara rutin agar motor Anda selalu dalam keadaan prima dan performa selalu terjaga.

 

  1. Memeriksa Kondisi Aki dan Busi

Banyak orang yang mengeyampingkan pemeriksaan terhadap aki dan busi. Kedua hal ini sangat penting. Jika busi Anda sudah menghitam, maka sistem pengapian motor matik injeksi Anda akan terganggu. Begitupun dengan aki, keberadaan aki yang sehat itu berfungsi agar kelistrikan motor Anda dapat terjaga terus dan berfungsi dengan baik.

Kedua hal ini dapat menyebabkan motor Anda mogok. Jika kondisi busi sudah tidak berfungsi dengan baik, maka segerakanlah lakukan dengan baru. Ganti aki di tempat yang sesuai, ya.

 

  1. Periksa Cara Kerja Shockbreaker dan Ruang Transmisi

Motor matik menggunakan single shocbreaker sebagai sistem suspensinya. Demi performa yang selalu terjaga, Anda perlu periksa kondisi oli dan cara kerjanya apakah masih layak untuk dipakai atau harus segera diganti. Ruang transmisi mesti diperiksa apakah banyak debu atau tidak, jika iya Anda harus menggantinya setiap 4000 km.

Biasanya, jika kondisi shockbreaker mengeluarkan suara, kemungkinan olinya harus segera diganti. Penggantian oli shockbreaker adalah setiap 10.000 km sesuai anjuran banyak pabrikan.

Selain itu, hindari juga beban terlalu berat yang tidak sesuai anjuran buku panduan motor Anda. Ini berbahaya jika Anda sedang di tengah perjalanan.

 

  1. Paling penting: Oli Mesin Mesti Secara Rutin Diganti

Gantilah oli motor matik injeksi Anda secara rutin sesuai pemakaian motor Anda. Jika Anda sering menggunakannya, Anda perlu setiap bulan melakukan pergantian oli. Namun jika hanya beberapa kali dalam seminggu, 1500-2000 km dirasa tepat untuk mengganti oli Anda.

Oli motor matik merupakan bagian penting agar mesin bisa berjalan. Untuk itu, cari oli motor matik dengan tepat dan benar. Jika Anda mengabaikan mengganti oli, mesin motor anda akan cepat rusak, performa menurun, serta membuat banyak kompenen Anda perlu diganti.

Motor matik injeksi itu memiliki teknologi termutakhir. Oleh karena itu, penggunaan oli motor matik sintetik bagi mesin injeksi Anda sangatlah cocok. Oli motor sintetik yang sudah teruji di dunia intenasional dan sudah memiliki sertifikat API ialah produk-produk oli sintetik dari TOP 1.

 

Gunakan Oli TOP 1

Selalu gunakan oli mobil terbaik untuk mesin kendaraan Anda. Oli TOP 1 sudah teruji keunggulan dan kemakhiran teknologinya.

Oli TOP 1 memiliki beragam jenis oli dan SAE untuk berbagai jenis motor. Oli TOP 1 secara resmi disetuji oleh berbagai pabrikan otomotif bergengsi sebagai oli standar pabrikan. Oli TOP 1 menghadirkan wawasan teknologi kelas dunia untuk produknya. Selain itu, TOP 1 juga menawarkan kepada Anda formulasi terbaik untuk kendaraan dengan zat aditif berkualitas tinggi untuk mencapai tingkat kinerja yang lebih tinggi.

Kunjungi tautan: http://www.top1.co.id/produk untuk melihat informasi dan teknologi yang terdapat di dalam produk-produk pelumas TOP 1.

Rekomendasi untuk kamu:

Newsletters