Kamis, 25 April 2019

Cara Merawat Radiator Mobil

Apakah Kamu sudah tau fungsi radiator mobil? Fungsi radiator mobil bisa kamu kenali lewat komponen-komponen penyusun dan cara kerjanya. Apa aja, ya kira-kira? Lalu, bagaimana cara merawatnya? Simak pembahasan berikut.

Komponen Radiator mobil

Radiator mobil membutuhkan saluran masuk air pendingin. Sebelum masuk ke pusatnya, air pendingin bakal ditampung di-upper tank. Komponen ini terletak pada bagian atas radiator mobil. Komponen ini pun dapat dibagi kembali menjadi dua bagian, yakni tutup radiator mobil dan saluran reservoir.

Tutup radiator mobil adalah komponen yang mengontrol suhu air sedangkan saluran reservoir adalah komponen yang bertugas untuk meneruskan air radiator mobil ke reservoir tank apabila terjadi kelebihan tekanan. Reservoir tank bertugas untuk menampung air radiator mobil.

Komponen berikutnya adalah pusat radiator mobil. Pusat radiator mobil tersusun atas pipa-pipa pipih dan memanjang. Pipa yang berbentuk pipih dapat mempercepat pelepasan suhu panas. Selain itu, pipa ini juga menjadi penghubung upper tank dengan lower tank.

Lower tank itu sendiri berguna sebagai penampung air dingin yang telah diproses pada pusat radiator mobil. Setelah ditampung, air dingin tersebut akan disalurkan ke mesin-mesin mobil melalui pompa.

Sirip pendingin merupakan sirip-sirip berbentuk zig-zag yang berada di sela pusat radiator mobil. Suhu panas akan dialirkan melalui sirip pendingin, kemudian sirip akan membuang suhu panas itu ke udara.

 Baca juga : Cara Merawat Jok Mobil, Mudah Banget!

Cara Kerja

Pertama-tama, air dengan suhu tinggi masuk ke upper tank. Air itu akan diteruskan ke radiator mobil dan didinginkan oleh bantuan kipas radiator mobil. Air yang sudah mengalami perubahan suhu kemudian bakal mengalir menuju lower tank.

Thermostat, katup yang bisa membuka dan menutup secara otomatis dengan perubahan temperatur pada mesin, akan terbuka dan mengalirkan air yang dingin ke mesin-mesin mobil.

Air radiator mobil sangatlah penting untuk mencegah gejala overheat pada mobil. Kamu perlu tau, bahwa overheat bisa mengakibatkan turun mesin, loh! Untuk mengatasinya, air radiator mobil sebaiknya diganti secara rutin, paling tidak setelah mobil kamu menempuh 20,000 KM.

Ada hal-hal lainnya yang harus Kamu cek seputar air radiator mobil. Kamu harus memastikan tutup radiator mobil terpasang dengan kencang.

Tutup ini bisa kendor karena karet yang rusak atau sudah terlalu lama dipakai. Tutup radiator mobil yang kendor bisa membuat air radiator mobil lebih cepat habis daripada biasanya.

Selain itu, Kamu juga mesti memastikan semua komponen tidak mengalami kebocoran pada pipa, selang, bahkan pompa. Bocornya saluran-saluran tersebut dapat membuat kerja pendinginan yang tidak berjalan maksimal.

Bisa-bisa, mesin malah terus memanas tanpa kamu ketahui. Sementara itu, sirip radiator mobil juga tidak boleh bocor, loh! Katup thermostat harus selalu dalam keadaan yang bersih. Katup harus bebas dari kerak debu, bahkan karat.

Kemudian, hal terakhir yang dapat Kamu periksa adalah kipas radiator mobil. Putaran kipas radiator mobil bisa-bisa melemah karena Carbon Rush yang sudah mulai habis, sambungan yang terlalu kecil pada kaki relay, atau cairan kopling yang semakin menipis.

Nah, jangan lupa periksa kesehatan air radiator mobil mobil Kamu di bengkel-bengkel kesayangan. Kamu juga bisa memeriksanya secara mandiri. Namun, jangan terlalu memaksakan, ya! Sebaiknya, tanyakan dulu kepada orang-orang yang lebih bisa dan berpengalaman.

 Baca juga : Motor Jarang Dipakai? Ini Waktu Terbaik Ganti Oli Kamu

TIPS MERAWAT RADIATOR:

  1. Kuras air radiator setiap 20.000 km dan ganti dengan menggunakan radiator coolant
  2. Pastikan tangki cadangan radiator telah terisi penuh
  3. Siapkan radiator coolant cadangan, agar dapat digunakan pada keadaan darurat

 

TOP 1 RADIATOR COOLANT memiliki keunggulan utama sebagai berikut:

- Menaikkan titik didih air radiator

Titik didih air akan meningkat karena kandungan ethylene glycol, peningkatan menjadi sekitar 110°C untuk radiator coolant yang mengandung 20% ethylene glycol. Hal ini tentunya akan mencegah air radiator mendidih yang bisa berakibat radiator jebol karena perubahan fasa air menjadi gas.

- Mencegah korosi

Menggunakan aditif khusus anti korosi sehingga timbulnya korosi dapat dihambat.

- Tidak menimbulkan kerak

Air yang digunakan bebas mineral dan kandungan logam sehingga timbulnya kerak yang berakibat penukaran panas tidak optimal dapat dicegah.

Rekomendasi untuk kamu:

Newsletters